Mirna Annisa (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG).
Mirna Annisa (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG).

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Bupati Mirna Annisa kembali menelurkan kebijakan. Kebijakan kali ini dalam hal ibadah salat bagi aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Islam di Kendal. Yakni dengan mewajibkan salat fardhu berjamaah di awal waktu.

Kebijakan tersebut telah ditelurkan dalam Surat Edaran Bupati Kendal, nomor 451.11/1019/2018 tertanggal 28 Maret 2018. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para kepala OPD, Kepala Bagian Setda, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Kendal serta para pimpinan Badan Usaha Milik Daerah yang beragama Islam untuk menghentikan seluruh kegiatan dan aktifitas saat Azan berkumandang.

“Kecuali dalam dalam keadaan darurat yang tidak bisa ditinggalkan. Misalkan dokter yang tengah menangani pasien yang kritis dan butuh pertolongan saat itu juga. Hal itu dimaklumi,” ujarnya, kemarin (4/4).

Selain dalam kondisi darut, maka orang nomor satu di kendal itu mewajibkan untuk ASN mendirikan salat berjamaah di masjid atau musala terdekat tempat ia bekerja. “Salat berjamaah ini sudah mulai jalan, jadi saya amati terutama di lingkungan Setda Kendal ini sudah mulai berjamaah semua,” katanya.

Kebijakan tersebut menurutnya untuk meningkatkan kinerja para ASN. Sebab salat awal waktu mengajarkan umat untuk tepat waktu. Sehingga harapannya kinerjanya juga tepat waktu tidak molor-molor.

Menuruntya dengan salat berjamaah juga membangun kebersamaan antara pimpinan dan bawahan. Dimana mereka bisa berdiri sejajar, berdoa bersama dan bersalam-salaman usai salat. “Saya ingin membangun semagat kekeluargaan dan kesatuan umat,” tuturnya. (bud/bas)