Meningkatkaan Hasil Belajar Menulis Secara Kolaboratif dengan Bantuan Kartu

297
Oleh: Irina Indrawati, S.Pd
Oleh: Irina Indrawati, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN menulis adalah pembelajaran yang hasilnya dianggap memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian tentang kemampuan menulis bagi siswa tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kemampuan menulis dianggap sebagai permasalahan yang serius. Fenomena yang ada, banyak pelajar yang menulis dengan mengutip tulisan milik karya orang lain. Yang memprihatinkan, tanpa mencantumkan sumber kutipan.

Masalah serius yang dialami siswa, mereka kesulitan pada awal menulis. Penyebabnya, siswa tidak tahu bagaimana mengawali tulisan. Padahal, mereka sejatinya sudah mempunyai ide. Akhirnya, siswa mengalami kesulitan sejak awal penulisan hingga proses menulis.

Selain itu, dalam Ujian Nasional (UN), tidak ada soal menulis. Bagi sebagian besar guru, mungkin hal ini meringankan. Maka, dalam pembelajaran, guru hanya memberikan teori-teori praktisnya saja. Artinya, belum sampai pada pembelajaran menulis yang membangkitkan rasa senang pada diri siswa untuk menulis.

Dari permasalahan yang sering muncul, maka perlu dicari solusi agar hasil belajar menulis siswa dapat meningkat. Salah satu alternatifnya, menggunakan model pembelajaran kolaboratif, dengan bantuan kartu. Model menulis kolaboratif adalah model menulis yang memanfaatkan pengalaman penyusunan karangan secara bersama-sama, sebagai dasar penyusunan karangan secara mandiri.

Pelaksanaannya, guru memberikan beberapa alternatif topik yang bisa dipilih oleh kelompok, sesuai pemahaman terhadap sebuah masalah. Pada awal pembelajaran, siswa masuk dalam kelompok. Siswa menentukan topik yang dipilih oleh kelompoknya. Masing-masing siswa berkewajiban membuat satu kalimat untuk menyusun sebuah paragraf yang sudah ditentukan ide pokoknya.

Kegiatan ini bisa lisan maupun tertulis. Tergantung kesepakatan kelompok. Pada kegiatan ini, jika ada siswa yang merasa kesulitan, bisa dibantu oleh anggota kelompok lainnya. Kegiatan ini sampai tersusun sebuah karangan utuh yang terbentuk berdasarkan kerangka yang ditentukan oleh kelompok.

Kegiatan selanjutnya, siswa berlatih menggunakan kartu. Kartu yang dimaksud adalah penggalan-penggalan kalimat dari sebuah teks. Siswa diminta untuk mengurutkannya menjadi paragraf utuh. Demikian selanjutnya pada paragraf-paragraf yang lain. Setelah selesai, siswa mengurutkannya menjadi sebuah karangan utuh.

Pengalaman menyusun karangan dengan kolaborasi dan menggunakan kartu, merupakan model pembelajaran menulis yang memanfaatkan pengalaman penyusunan karangan secara bersama-sama, sebagai dasar bagi penyusunan karangan secara mandiri.

Tujuan model pembelajaran ini adalah memberikan pengalaman pada siswa tentang cara menyusun sebuah karangan. Berdasarkan pengalaman ketika siswa bekerja dalam kelompoknya tersebut, siswa diharapkan dapat menentukan langkah-langkah menulis, pola menulis, dan gaya penulisan sebuah karangan. Selanjutnya, siswa diharapkan mampu menulis sebuah karangan secara mandiri. (*/isk)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang