33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Dewan Tetap Dukung SMPN 45 Dibangun

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penolakan Forum Komunikasi Sekolah Swasta se-Kecamatan Genuk Semarang atas rencana pembangunan SMP Negeri 45 di Kelurahan Banjardowo, Genuk, Semarang oleh Pemkot Semarang, sepertinya tidak digubris.  Komisi D DPRD Kota Semarang tetap mendukung rencana pembangunan sekolah tersebut.

Gini lho, pada intinya tujuan kami menolong warga miskin,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Nerendro, Rabu (4/4).

Dikatakannya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) di Kota Semarang kurang lebih 75 persen. “Salah satu indikatornya adalah angka putus sekolah. Nah, terbesar angka putus sekolah SMP dan SMA,” bebernya.

Selanjutnya, data menyebutkan bahwa persentase penerimaan peserta didik untuk SD, 80 persen melanjutkan di sekolah negeri, 20 persen di sekolah swasta. Untuk SMP, kurang lebih 70 persen masuk sekolah negeri, 30 persen masuk sekolah swasta. Sedangkan, untuk SMA/SMK, 50 persen masuk sekolah negeri, dan 50 persen di swasta.

“Kembali ke Undang-Undang Dasar, bahwa pendidikan adalah hak dari setiap warga negara. Jadi, di sini yang berkewajiban untuk melayani bidang pendidikan adalah pemerintah. Jadi semisal ada penolakan, pasti di Kecamatan Genuk ada warga miskinnya. Mereka belum tentu bisa membayar SPP sekolah di luar jangkauan kemampuan warga tersebut. Makanya kami menghadirkan sekolah negeri,” terangnya.

Tujuannya adalah supaya warga miskin di Kecamatan Genuk mendapatkan akses pendidikan secara merata. Apalagi ada program wajib belajar 12 tahun. “Mengenai kajian tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang. Mereka belum memaparkan secara resmi mengenai kajiannya seperti apa. Anggaran juga belum muncul,” katanya.

Ia tidak sepakat mengenai penolakan warga dengan dalih rencana dibangunnya  SMP Negeri 45 bakal membunuh sejumlah sekolah swasta, maupun berpengaruh terhadap sekolah berbasis agama seperti madrasah.

Ketua Forum Komunikasi SMP-MTs Swasta Kecamatan Genuk, Ahmad Syafii, mengatakan, penolakan ini tidak hanya dari Forum Komunikasi Sekolah Swasta saja, tetapi juga masyarakat. “Sudah dikomunikasikan, NU juga sudah mengambil sikap untuk rapat, RT, RW, LPMK, sebagian besar juga menolak,” ujarnya.

Kehadiran SMPN 43 sebelumnya di daerah tersebut, kata dia, telah berdampak terhadap SMP/MTs swasta di Genuk. “Sehingga kalau SMPN 45 ini didirikan, sama saja pemerintah mencabut hak kami. Saat ini sudah ada 7 SMP swasta, dan 5 MTs. Potensi sekolah swasta seharusnya dimaksimalkan dan dibina, bukan justru malah hendak dibinasakan,” katanya.

Di Genuk memiliki 29 SD/MI negeri dan swasta yang setiap tahun meluluskan kurang lebih 1.725 siswa. Kurang lebih 850 siswa di antaranya mendaftar di 3 SMP Negeri. Sisanya 875 mendaftar di SMP-MTs swasta di Kecamatan Genuk yang berjumlah 12 sekolah. “Sehingga setiap sekolah hanya mendapatkan kemungkinan pendaftar kurang lebih 73 siswa setiap tahun. Ini akan berbeda lagi kalau Dinas Pendidikan Kota Semarang mendirikan SMPN 45. Akan dibawa ke mana nasib SMP/MTs swasta?” keluhnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Efektif, PPK Dibubarkan

PEKALONGAN–Pusat Pelayanan Kemiskinan (PPK) yang dimiliki Kota Pekalongan, kini sudah tidak efektif lagi. Lantaran ada tumpang tindih dalam penanganan kemiskinan, sehingga PPK akan ditiadakan...

Bangun 45 Embung, Anggarkan Rp 90 M

SEMARANG – Pemprov Jateng terus memprioritaskan program 1000 embung secara bertahap. Tahun 2018, Pemprov berencana membangun 45 embung di Jateng. Setidaknya 15 daerah menjadi...

Letkol Abi Kusnianto Gantikan Letkol Agung

DEMAK-Gerbong mutasi Dandim Demak berjalan mulus. Letkol Inf Abi Kusnianto resmi menggantikan posisi Letkol Inf Agung Udayana sebagai Dandim 0716 Demak. Penyambutan dan pelepasan kedua...

7.450 Pemudik Tiba di Bandara

SEMARANG - Jumlah penumpang pesawat pada masa mudik di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mengalami penurunan dibanding jadwal reguler. Pada H-4 Lebaran 2017 atau,...

Belajar Banyak dengan Satu Klik

Inilah salah satu dari banyak sekali respon atas serial Aorta Dissection. Datangnya dari wartawan senior Surabaya, Ali Salim. Hampir setiap seri dia beri komentar....

Kunjungan SMP IT PAPB

RADARSEMARANG.COM - KEPALA SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Drs H Ramelan SH MH, didampingi Mulyono dan Usman Roin saat bersilaturahmi di kantor redaksi Jawa...