Tumbuhkan Kesadaran Berkonsititusi

397
KOMPETISI DEBAT :  Ketua MK Arief Hidayat didampingi Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman dan Dekan FH UNNES Dr Rodiyah, saat membuka Kompetisi Debat Konstitusi antar Perguruan Tinggi se-Indonesia di Auditorium Kampus Sekaran, Selasa (3/4). (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPETISI DEBAT :  Ketua MK Arief Hidayat didampingi Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman dan Dekan FH UNNES Dr Rodiyah, saat membuka Kompetisi Debat Konstitusi antar Perguruan Tinggi se-Indonesia di Auditorium Kampus Sekaran, Selasa (3/4). (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mahkamah Konsititusi (MK) Republik Indonesia, kembali menggelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia 2018, yang digelar di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Selasa (3/4) sampai Kamis (5/4) besok. Kompetisi digelar untuk menumbuhkan kesadaran berkonstitusi serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendalami dan memahami masalah-masalah Pancasila dan konstitusi.

Mantan Ketua MK RI Arief Hidayat mengatakan jika kompetisi debat tersebut dilakukan untuk mengajarkan pemahanan kepada mahasiswa tentang konsititusi Indonesia dan sistem hukum Indonesia yang berlandaskan Pancasila. “Dari kompetisi ini mahasiswa diperkenalkan pemahaman hukum di Indonesia melalui metode debat. Sekaligus mencetak ahli hukum di Indonesia,” katanya kemarin.

Program tersebut sudah digelar rutin setiap tahunnya dan dibagi menjadi wilayah Timur, Barat dan Tengah. Wilayah Tengah sendiri tahun ini diadakan di UNNES, total ajang ini diikuti 72 perguruan tinggi di Indonesia. Menurut Arief, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan hukum Indonesia sesuai dengan karakter bangsa, terlebih saat ini pengaruh dari luar cukup tinggi termasuk masalah hukum.

“Hukum di Indonesia beda dengan negara barat, karena hukum di Indonesia itu ber Ketuhanan, bukan sekuler,”ucapnya.

Dekan Fakultas Hukum Unnes Dr Rodiyah, menambahkan jika tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran berkonstitusi. Kedua, meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendalami dan memahami masalah-masalah Pancasila dan konstitusi. “Ajang ini juga mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan teks konstitusi (pasal-pasal UUD 1945), dengan perkembangan dan dinamika praktik ketatanegaraan,” paparnya.

Sementara itu Rektor UNNESProf Fathur Rokhman, berharap dalam kompetensi tersebut mahasiswa UNNES bisa memberikan hasil yang terbaik saat final ditingkat nasional akan semakin meningkat. (den/zal)