PEDULI LANSIA - Ketua TP PKK Uni Kuslantasi Wihaji bersama anggota PKK dan Kepala Dinas Sosial Djoko Tetuko  mengunjungi lansia miskin di Kecamatan Batang,   Rabu (4/4/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI LANSIA - Ketua TP PKK Uni Kuslantasi Wihaji bersama anggota PKK dan Kepala Dinas Sosial Djoko Tetuko  mengunjungi lansia miskin di Kecamatan Batang,   Rabu (4/4/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tim penggerak PKK Kabupaten Batang menyusuri dari rumah ke rumah mencari lanjut usia (lansia) miskin untuk diberi bantuan makan dan semangat hidup. Hal itu dilakukan dalam rangka hari jadi ke-52 Kabupaten Batang.

“Kita silaturahmi ke rumah-rumah lanjut usia, sebagai bentuk perhatian pemerintah agar kemeriahan hari jadi ikut dirasakan juga oleh warga lanjut usia miskin,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Uni Kuslantasi Wihaji bersama anggota PKK dan Kepala Dinas Sosial Djoko Tetuko saat menyasar lansia miskin di Kecamatan Batang,   Rabu (4/4/2018).

Saat mendatangi berbagai lansia, dirinya merasakan prihatin melihat kondisi mereka. Dalam kondisi serba terbatas mereka mempertahankan hidup sendiri. Dengan melihat langsung tersebut, dirinya bisa merasakan, mengetahui dan berusaha akan lebih memperhatikan kaum lanjut usia.

“Setelah kita melihat langsung kehidupannya yang cukup memprihatinkan, kita akan berusaha ke depan lebih memperhatikan,” kata Uni Kuslantasi Wihaji.

Dalam kegiatan tersebut diserahkan paket sembako kepada 10 lansia. Di Kelurahan Karangasem Utara dua orang, satu orang Kelurahan Kesepuhan, 1 lansia Kelurahan Denasri, 3 lansia Kelurahan Proyonanggan Tengah, 1 lansia Kelurahan Kauman dan 2 lansia Kelurahan Sambong.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko mengatakan, masyarakat lanjut usia sesuai dengan program pemerintah mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH). Dan mendapatkan santunan setiap tahun kurang lebih Rp1,8 juta, bantuan beras sejahtera yang setiap bulannya 10 kg untuk keluarga penerima manfaat dan bantuan yang sifatnya insidentil.

“Jumlah lansia di Kabupaten Batang ada ribuan, dan yang kita cover hanya sekitar 30 persen sehingga masih kurang, karena keterbatasan anggaran,” ucap Djoko Tetuko.

Dijelaskan juga, Dinas Sosial sudah menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) sejumlah 75 ribu KK. Namun karena kekurangan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), masyarakat Batang yang mengetahui ada warga kategori miskin, diminta lapor kepada Dinas Sosial. (han/lis)