TINGKATKAN KOMPETENSI : Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi berfoto bersama peserta Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Jateng 2018. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
TINGKATKAN KOMPETENSI : Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi berfoto bersama peserta Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Jateng 2018. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perpustakaan tak hanya identik sebagai tempat meminjam buku. Kini perpus bertransformasi menjadi tempat literasi untuk menyejahterakan masyarakat. Selain melayani peminjaman buku, pengelola perpustakaan menggelar berbagai bimbingan dan pelatihan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi mengatakan transformasi perpustakaan menuju sarana literasi untuk menyejahterakan masyarakat ada di program prioritas Bappenas pada 2019. Meski begitu, Jateng sudah menerapkannya pada tahun ini. “Perpus sudah bergeser, tak hanya tempat baca buku, namun menjadi rumah belajar modern. Di perpus digelar pelatihan keterampilan dan wirausaha,” katanya usai membuka Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Jateng 2018 di UPT Perpustakaan Daerah Jateng, Selasa (3/4).

Dia mencontohkan di UPT Perpustakaan Daerah Jateng, setiap Sabtu dan Minggu digelar pembelajaran bahasa Inggris, merajut, dan membuat tas secara gratis. Kegiatan serupa juga digelar di kabupaten/kota.

“Disitu masyarakat tidak hanya membaca tentang kewirausahaan, tapi juga langsung dibimbing dan dipraktikkan. Tujuannya agar mereka mampu berwirausaha dan meningkatkan taraf hidupnya,” paparnya.

Dia menambahkan, dengan tuntutan transformasi tersebut, pustakawan harus meningkatkan kompetensinya. Selain mengedepankan pelayanan, pustakawan juga dituntut menguasai iptek.

Kabid Pengembangan Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Nugroho menambahkan kegiatan tersebut dilakukan untuk memberi motivasi dan apresiasi bagi pustakawan. “Selain itu, untuk mendorong pustakawan mengembangkan kompetensinya,” tandasnya. (ric)