Mahasiswa Undip Ditangkap 

1037
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng lantaran menyimpan 9 butir pil ekstasi. Tersangka berinisial CPS, asal Bandung yang kos tak jauh dari Perumahan Graha Estetika, Pedalangan, Semarang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, mahasiswa Undip semester 8 itu ditangkap Selasa (27/3) lalu di tempat kosnya. Saat itu, tersangka baru pulang dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Banyuwangi, Jatim.

“Sepulang dari KKN, dia (CPS) kemudian mengambil paketan (ekstasi) itu,” ujar sumber yang enggan disebut namanya, kemarin.

Paketan tersebut berisi pil ekstasi kiriman dari Belanda. CPS mengambil di Kantor Pos di wilayah Tembalang. “Jumlahnya 9 butir. Dia (CPS) beli di Belanda melalui internet, pembayaranya pakai Bitcoin atau virtual,” katanya.

Tersangka CPS mengaku sudah dua kali mendapatkan paketan pil ekstasi dari Belanda. Sebelumnya, pada akhir 2017, CPS juga telah membeli pil ekstasi dengan cara yang sama. Pil setan itu tidak diperjualbelikan, namun dikonsumsi sendiri.

“Sudah dua kali dapat paketan itu. Kalau di sini per butir (harganya) mahal, kisaran sampai Rp 450 ribu,” imbuhnya.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengakui, saat ini tersangka telah ditahan dan mendekam di ruang tahanan BNNP Jateng. Dari pengungkapan kasus tersebut, akan dilakukan pendalaman guna menangkap dugaan adanya tersangka lain. “Iya, masih ditahan. Itu pembelianya lewat online. Itu nanti akan kita telusuri lagi,” katanya. (mha/aro)