33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Bongkar Kios, Siap Pindahan ke MAJT

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGPedagang Pasar Yaik Baru mulai membongkar kiosnya sebelum jaringan listrik pasar diputus oleh Pemkot Semarang. Mereka membongkar kios untuk selanjutnya dipindah ke tempat relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Yaik Baru, Slamet Santoso, mengatakan, pihak pemkot telah menyatakan bahwa pada 12 April akan diputus jaringan listriknya, dan pedagang harus sudah boyongan ke MAJT. Selain itu, pedagang juga sudah melakukan kesepakatan dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang, yakni, sebelum listrik diputus, para pedagang akan membongkar kiosnya sendiri.

“Memang kami masih ada waktu untuk pindah ke tempat MAJT. Tapi, pada hari ini (kemarin) sudah banyak pedagang yang membongkar kiosnya sebelum dilakukan pemutusan listrik,” katanya.

Dikatakan, jumlah pedagang di Yaik Baru mencapai 650 orang. Mereka siap pindah ke MAJT. Sayangnya, hingga kini tempat relokasi MAJT masih belum siap. Jalan akses ke pasar masih becek dan berlum berpaving. Selain itu, jaringan listrik belum terpasang. “Kalau kami menyimpan barang di kios di MAJT masih ragu keamanannya, karena kondisinya masih gelap. Makanya, dagangan saya bawa pulang,” ujarnya.

Di MAJT, lanjut Slamet, para pedagang akan mendapatkan kios ukuran 3×2 meter persegi. Untuk pedagang yang mempunyai dua atau tiga kios, akan mendapatkan sesuai ukuran di tempat relokasi itu.  Pihaknya berharap, ada subterminal angkutan atau bus BRT yang melewati jalur tersebut. Sehingga Pasar Johar MAJT akan ramai pengunjung.

Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang
Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang

 

Sementara itu, pedagang Pasar Yaik Baru kemarin mulai membangun kios dan lapak di tempat relokasi MAJT. Sebab, 12 April mendatang, mereka sudah diharuskan menempati pasar tersebut. Sayangnya, akses tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ini belum sepenuhnya jadi.

Kurniawan Harefa, pedagang makanan mengaku harus cepat-cepat membangun lapak di kawasan penampungan. Jika tidak, ia tidak tahu kemana akan mencari nafkah setelah Pasar Yaik Baru ditutup. ”Ini kami dengan pedagang lainnya memang sepakat untuk membangun sendiri. Untuk lapak  ukuran 4×3  meter persegi kami habis sekitar Rp 3 juta,” katanya.

Diakui, akses jalan di pasar relokasi itu belum sepenuhnya jadi. Beberapa bagian jalan masih berupa tanah. Kondisi ini membuat pedagang memutuskan untuk membiayai sendiri pembangunan jalan di sekitar lapak mereka.

Amat, pedagang tas yang sudah berjualan sejak 1983 mengaku, harus mengeluarkan uang pribadi untuk membantu membangun akses pasar. Ia membeli pasir dengan dana pribadi, sementara pavingnya menggunakan yang sudah ada di pasar.

”Untuk pasir dan tukang, saya keluar uang Rp 1 juta. Kemarin saya bilang mau bantu untuk membeli pasir, tapi pavingnya menggunakan yang sudah ada. Dan diperbolehkan,” bebernya.  (hid/sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...