33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

PSIS Ditahan Imbang Bali United

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – PSIS kembali gagal meraih hasil positif dalam matchday kedua  menjamu Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (1/4) sore kemarin. Haudi Abdillah dkk harus puas bermain imbang 0-0. Mahesa Jenar sebenarnya mengawali laga tersebut dengan cukup percaya diri. Head coach Vincenzo Alberto Annese tidak banyak melakukan perubahan komposisi. Hanya saja pelatih asal Italia itu sedikit mengubah pakem PSIS dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3. Trio breaker Ibrahim Conteh, M Yunus dan Hapit Ibrahim diinstruksikan tampil sejajar di tengah. Sedangkan trio Komarudin, Hari Nur Yulianto, dan Bruno Silva diberi tugas membombardir pertahanan Bali United.

Namun tim tamu juga tidak tinggal diam. Coach Widodo Cahyono Putro menurunkan skuad terbaiknya di Magelang. Bahkan lini tengah dan depan tim berjuluk Serdadu Tridatu yang banyak dihuni pemain bintang, seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Nick Van Der Velden, dan Ilija Spasojevic ini mampu membuat repot pertahanan PSIS.

Beruntung kuartet lini pertahanan PSIS, yakni Gilang Ginarsa, Petar  Planic, Haudi Abdillah dan Frendi Saputra tampil disiplin, sehingga babak pertama kedua tim bermain imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Bali United tidak langsung melakukan perubahan. Hanya saja, skuad Serdadu Tridatu mencoba untuk langsung menekan dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap.

Sementara Mahesa Jenar yang hanya mengandalkan counter attack untuk menekan Bali mulai memainkan sejumlah tenaga segar. Bayu Nugroho, Melcior Leideker Majefat dan Akhlidin Irailov dimasukkan coach Vincenzo di paruh babak kedua. Hasilnya, cukup lumayan. Tercatat tiga peluang emas mampu diciptakan Mahesa Jenar meski harus mentah di tangan kiper Wawan Hendrawan.

Serdadu Tridatu juga buka tanpa peluang, di babak kedua Fadil Sausu dkk tampil lebih agresif. Bahkan tim tamu nyaris unggul dua gol andai saja gol Spasojevic dan Nick Van Der Velden tidak dianulir wasit Novari Ikhsan karena dianggap lebih dulu terjebak posisi offside.

Hingga babak kedua usai, kedua tim harus puas bermain imbang 0-0. Atas raihan satu poin dari dua laga, PSIS masih terbenam di peringkat 16 klasemen sementara Liga 1. Di matchday ketiga, PSIS akan melawat ke kandang Bhayangkara FC Minggu (7/4).

Widodo Cahyono Putro mengapresiasi kerja timnya di kandang PSIS. Menurutnya, Bali United seharusnya bisa membawa pulang tiga poin ke Bali. “Kami banyak menciptakan peluang, namun gagal dikonversikan menjadi gol. Tapi ya begitulah sepak bola, kadang kita menguasai pertandingan, tapi gagal mencetak gol,” katanya.

Di kubu tuan tuan rumah, Vincenzo mengakui lini tengah Bali United cukup garang dalam laga kemarin.”Kami juga tampil cukup baik dengan menurunkan tiga striker. Kalau kami hanya menurunkan satu striker, kami pasti kalah dalam strategi. Karena lini tengah mereka cukup kuat,” ujarnya.

Dalam laga kemarin, hadir Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang langsung memberikan motivasi kepada para pemain PSIS. “Harusnya kita bisa mencetak gol, tapi tidak apa-apa pertandingan seimbang, saya senang,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini kepada para pemain PSIS ketika turun minum.

Tak hanya mengapresiasi, di hadapan para pemain PSIS di ruang ganti, Hendi juga memompa semangat para pemain dengan menyinggung terkait bonus yang sudah disiapkan untuk setiap goal yang tercipta. “Kalau cetak gol, kita siapkan bonus,” tegasnya yang disambut tepuk tangan riuh para pemain dan pelatih PSIS.

Hendi tiba di Stadion Moch Soebroto sekitar pukul 14.45  bersama putranya, Arya Nardhana Syariendrar. Ia terlihat mengantre untuk membeli tiket sebelum memasuki stadion. Sepanjang pertandingan, dirinya pun tampak antusias mengamati permainan PSIS dari tribun penonton. Tak jarang, sesekali dirinya beranjak dari tempat duduknya ketika terjadi kemelut di gawang.

Seusai pertandingan, Hendi mengaku cukup puas dengan permainan PSIS Semarang. “Kemarin kita kalah dengan PSM, hari ini (kemarin) kita bisa menahan imbang Bali United, walaupun mestinya kita bisa menang, tapi ini berbeda dengan liga 2, jadi apapun itu saya rasa raihan sekarang adalah yang terbaik,” ujar Hendi.  (bas/zal/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Karang Taruna Bedah Rumah Bu Tumirah

DEMAK-Bakti sosial (Baksos) Karang Taruna Kabupaten Demak patut diapresiasi. Ini seperti yang dilakukan di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen. Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Demak, Saiful...

Pembiayaan Otomotif MUF Naik Signifikan

SEMARANG–PT Mandiri Auto Finance (MUF) hingga Oktober lalu telah mengucurkan dana pembiayaan hingga Rp 6,5 triliun, meningkat cukup signifikan dari realisasi tahun lalu yang...

Tingkatkan Literasi, Dorong Guru Bersemangat Menulis

SEMARANG–Sebanyak 38 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kota Semarang, serius menyimak penjelasan dari dua narasumber yakni Pemimpin Redaksi...

Panther Tabrak 3 Motor

SALATIGA - Kecelakaan terjadi di Jalan Osa Maliki Salatiga, tepatnya di dekat pasar Andong, Senin (20/11). Sebuah mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi AD...

Guru-Pelajar SD-SMP Salat Dhuha Serentak

MAGELANG — Gerakan salat Dhuha serentak di SD dan SMP se-Kota Magelang dicertuskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sabtu (23/9) hari ini, gerakan itu akan...

Dua Ruko Terbakar, Kerugian Rp 1,5 M

PEKALONGAN - Dua bangunan rumah toko (ruko) yang difungsikan bengkel sepeda motor dan toko kelontong di Jalan Jendral Sudirman No 168 B Kelurahan Noyontaansari,...