33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

KPU Dituding Memperlambat APK

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG, SEMARANG – Meskipun sempat diprotes dan ramai diberitakan di media massa, persoalan Alat Peraga Kampanye (APK) tak kunjung cepat diselesaikan oleh KPU. DPW PKB Jawa Tengah mempertanyakan kenapa KPU lambat sekali kerjanya, sehingga terkesan ada unsur kesengajaan memperlambat sosialisasi.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), mengatakan, setelah mencetak dan mendistribusikan APK berupa poster dan pamflet, KPU tak kunjung memasang baliho dan spanduk. Hanya kelihatan di beberapa titik. “Saya keliling di berbagai Kabupatan, hanya ada satu dua baliho di pusat kota. Itu pun baru beberapa Kabuputen. Tim di lapangan juga melaporkan, tidak ada sama sekali baliho,  spanduk dan umbul umbul di kecamatan. Tim kan bekerja sampai tingkat desa, maka mereka tahu persis. Sebagai perbandingan, saya kemarin baru saja dari Sidoarjo Jatim, Baliho Spanduk, dan umbul umbul dari KPU terpampang di tiap sudut,” ujarnya.

Gus Yusuf tentu menyesalkan kondisi ini dan mempertanyakan kinerja KPU. Menurut pendapat Gus Yusuf, kondisi ini berdampak pada dua hal. Pertama, dia menganggap ini unsur kesengajaan, yang membawa dampak pada lemahnya sosialisasi Pak Dirman dan Mbak Ida.

Semakin diperlambat jelas semakin menghambat sosialisasi.  Yang kedua, bukan hanya semata mata pihaknya dirugikan, tetapi bagaimana bisa melibatkan seluruh masyarakat untuk mendatangi TPS jika sosialisasinya lambat dan lemah. “Saya tidak mengerti kerja KPU. Kami pasang sendiri gambar calon melalui baliho dan spanduk, dicopoti Panwas. Alasannya tidak sesuai aturan, tetapi gambar dari KPU mana? Jika begini, Pendidikan politik ke rakyat mana,” tandasnya.

Ia mengingatkan, keberhasillan demokrasi dan penyelenggaraan pilgub itu bukan semata mata terletak dari calon dan tim suksesnya, tetapi penyelenggara juga harus profesional bekerja dan jauh dari indikasi memihak salah satu calon. “Saya kira Panwas harus meneliti ini dan mengklarifikasi KPU. Ingat Pilgub dibiayai dengan uang rakyat, kalau tidak memaksimalkan keterlibatan rakyat, kredibilitas pilgub diragukan,” tegasnya.

Tim yang tergabung Laskar Perjuangan Merah Putih, imbuh Gus Yusuf, akan menginvestigasi persoalan ini. Jika ada pelanggaran tentu akan memproses secara hukum. “Jangan sampai ada kecurangan, karena ini menyangkut proses demokrasi,” tambahnya. (fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nusantara Soto Festival Meriahkan HUT Kota Batik

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota  Pekalongan turut memeriahkan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Pekalongan, dengan menggelar kegiatan...

SIPSS Gelar Baksos dan Peringati HUT RI ke-73

RADARSEMARANG.COM, MINGGU, 19 Agustus 2018, pukul 06.00 sampai selesai, Brigadir Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2018, akan melaksanakan bakti sosial...

MAN 2 Wonosobo Juara I

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosoboberhasil menjadi juara I Lomba Perpustakaan Sekolah SLTA tingkat Provinsi Jateng. Penyerahan piala, piagam dan hadiah berlangsung...

Literasi Optimal, Solusi Rabun Baca dan Mandul Tulis

GERAKAN Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan penyadaran literasi yang dimulai dari lembaga pendidikan. Gerakan Literasi Sekolah mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran...

Targetkan Kawasan Rawan Lakalantas

PEKALONGAN -  Mulai 1 Maret 2017, polisi resmi menggelar Operasi Simpatik Candi 2017, yang dilaksanakan selama 21 hari, atau hingga 21 maret 2017 mendatang. Pada...

Kembangkan Desa Berbasis IT

SEMARANG – Semangat gotong royong tak selalu identik dengan kerja bakti membuat bangunan fisik. Lebih dari itu, gotong royong dapat dibangun melalui pemanfaatan teknologi...