MEGAH: Tiga pekerja sedang memasang papan nama Bandara New Ahmad Yani, kemarin. (kanan) Gambar rencana pengembangan Bandara New Ahmad Yani yang kini masih dibangun. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEGAH: Tiga pekerja sedang memasang papan nama Bandara New Ahmad Yani, kemarin. (kanan) Gambar rencana pengembangan Bandara New Ahmad Yani yang kini masih dibangun. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SELAIN unik, Bandara New Ahmad Yani Semarang juga mewah dengan fasilitas lebih lengkap dibanding bandara lama. Bandara yang dibangun terapung ini memiliki avio bridge 3 buah, elevator 6 buah, travelator 1 buah, dan escalator 8 buah. Sedangkan bandara lama tidak memiliki. Fasilitas lain adalah gedung ACS yang dibangun berukuran lebih besar menjadi 1.495 meter persegi, sedangkan yang lama 70 meter persegi.
Gedung apron service juga lebih lebar seluas 1.053 meter persegi, Gedung empu 872 meter persegi, gedung cargo 2.048 meterpersegi, masjid 1.067 meter persegi, gedung meteorologi 278 meter persegi, gedung Angkasa Pura 2.756 meter persegi, dan gedung PKP-PK 2.170 meter persegi.

Pembandingan lainnya, sekarang juga memiliki gedung serbaguna seluas 1.728 meter persegi, gedung terpadu seluas 2.235 meter persegi, dan gedung A2B seluas 974 meter persegi. Tak hanya itu, Bandara New Ahmad Yani juga memiliki tempat parkir yang sangat luas, mencapai 43.633 meter persegi. Luasan tempat parkir yang lama hanya 8.805 meter persegi. Namun, proyek pembangunan tempat parkir ini belum rampung, dan masih dalam tahap pengerjaan.

Dosen Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengakui, Bandara New Ahmad Yani Semarang yang kini masih dibangun lebih megah dibanding bandara lama. Bandara baru ini sudah tepat jika dibilang berstandar internasional.

“Ini satu-satunya yang mengapung di Indonesia. Sekarang standarnya sudah internasional. Ini seperti bandara di Incheon Korea, ditiru sama Bandara Kualanamu di Medan dan Bandara Sepinggan di Balikpapan. Rencananya seperti itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Pembangunan bandara baru ini, menurut Djoko, menggunakan tiang pancang karena lokasinya berada di atas permukaan laut. Sehingga proyek bandara ini juga sangat ramah lingkungan, karena tidak menguruk lokasi laut.

“Yang menarik, bangunan bandara ini nanti di atas air. Jadi, pembangunan memakai sistem pancang-pancang. Ini sudah diperhitungkan semua. Termasuk perhitungan penurunan tanah,” bebernya.

Djoko menjelaskan, bandara ini juga dilengkapi fasilitas yang lebih luas. Sehingga nyaman bagi calon penumpang.  Bandara juga dibangun mewah, karena difasilitasi adanya rumah makan hingga mal. Sehingga masyarakat yang berkunjung tidak hanya berkepentingan sebagai penumpang pesawat.

“Seperti di Balikpapan, bandaranya ada mal dan rumah makan. Jadi, masyarakat bisa datang kesitu hanya untuk menikmati suasana. Misalnya, makan atau beli pakaian. Orang bisa selfie-selfie juga. Nanti Bandara New Ahmad Yani katanya akan seperti itu. Saya dikasih tahu orang bandara,” katanya. (mha/aro)