Perawat Dituntut Profesional, Ramah dan Senyum

407
WORKSHOP- Bupati Wihaji meminta perawat agar lebih ramah dalam melayani masyarakat Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
WORKSHOP- Bupati Wihaji meminta perawat agar lebih ramah dalam melayani masyarakat Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG –  Perawat menjadi ujung tombak sebuah lembaga kesehatan. Demi sebuah layanan yang terbaik, khususnya untuk rumah sakit pemerintah, perawat kini dituntut harus profesional, ramah dan sapa kepada pasien.

Bupati Batang Wihaji, mengatakan untuk mengubah persepsi masyarakat kenapa pihak Rumah Sakit Daerah Batang, perawat diminta agar lebih ramah dan senyum. Karena perawat lebih banyak bertemu dengan pasien dibanding dengan dokter dan lainnya.

“Kalau kita melayani masyarakat dengan baik dan ramah, pasti akan mengubah persepsi pelayanan kesehatan sehingga berkorelasi dengan indek pembangunan masyarakat Batang  akan meningkat pula,” kata Wihaji saat membuka workshop kupas tuntas uji kompetensi tenaga fungsional kesehatan di pendopo kantor bupati setempat, Minggu (1/4/2018).

Ketua DPD PPNI Kabupaten Batang Mumha Fajri mengatakan, uji kompetensi melekat pada tugas dan jabatan seorang aparatur sipil negara (ASN) sebagai perawat. Sehingga lebih profesional untuk menduduki jabatan di atasnya.

“Untuk naik menduduki jabatan ada persyaratan-persyaratan teknis yang harus dilalui. Sehingga DPD dan DPK PPNI memfasilitasi perawat dalam kenaikan pangkatnya dalam sisi pengetahuan teknis,” kata M Fajri.

Dalam workshop ini menghadirkan narasumber dari Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan kajian-kajian teknis dalam kenaikan jabatan fungsional ini. Karena tidak semua perawat mengetahui sehingga sangatlah penting bagi perawat untuk menambah ilmunya.

“Dalam organisasi DPD PPNI Kabupaten Batang ada 725 perawat baik PNS maupun nonPNS. Kalau PNS kisaran 400 yang selebihnya nonPNS yang semuanya tersebar di RSUD Kalisari Batang, RSUD Limpung dan puskesmas,” jelas M Fajri.

Disampaikan juga pengurus PPNI telah bekerja sama dengan Gerakan Perawat Honorer Indonesia punya langkah yang kontruktif dalam memperjuangkan kesejahteraan honorer, untuk tidak berseberangan dengan pemerintah.

“Mediasi pertama dengan bupati terkait dengan teman-teman honorer untuk mengajukan kesejahteraan. Bupati Wihaji menyambut baik dan dalam waktu dekat kami menata dari sisi internalnya dulu,” tandasnya. (han/lis)