33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Jaring 20.669 Pelanggar

Operasi Keselamatan Candi 2018

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang menilai kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas masih rendah. Hal ini terlihat, selama 14 hari digelarnya Operasi Keselamatan Candi 2018 menemukan sebanyak 20.669 pelanggaran, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Pelanggaran ini didominasi usia produktif, 16 sampai 20 tahun.

Satlantas Polrestabes Semarang mencatat 20.669 pelanggaran tersebut sebanyak 3.404 dilakukan penilangan, dan sisanya 17.265 pelanggaran diberikan teguran. Penilangan ini, paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua mencapai 2.382 pelanggar, sedangkan roda empat sebanyak 1.019 pelanggar.

“Bila dilihat jumlah tersebut, kami menyimpulkan, taraf ketertiban masyarakat Kota Semarang terhadap berlalu lintas masih kurang, dan harus ditingkatkan kembali,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, saat ditemui di Pos Patwal, Simpang Lima, kemarin.

Ardi menjelaskan, penilangan terhadap pengendara roda dua ini didominasi usia produktif, 16-20 tahun. Kasus pelanggaran terbanyak adalah melawan arus. “Total ada 17 jenis pelanggaran, yang paling banyak dilanggar adalah melawan arus, dan itu dilakukan malam hari, seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada, dan Jalan Woltermonginsidi,” bebernya.

Dari jumlah temuan pelanggaran roda empat sebanyak 1.019 pelanggar, penindakan penilangan sebanyak 175 kendaraan yang menerobos traffic light. Perilaku atau pelanggaran ini paling banyak dilakukan di daerah pinggiran Kota Semarang.

“Kalau lampu sedang merah ya harus berhenti, bukan berarti tanpa pengawasan petugas, pengendara bisa menerobosnya, ini perilaku yang sangat membahayakan, dan bisa menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.

Menurut Ardi, pelanggaran menerobos lampu traffic light sangat membahayakan dengan alasan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh berlalulintas di jalan raya, karena ini menyangkut keselamatan jiwa baik diri sendiri maupun orang lain. “Inilah yang menjadi persiapan kami sebelum melaksankan Operasi Patuh Candi 2018,” katanya.

Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta, menambahkan operasi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dilaksanakan mulai 5 – 25 Maret 2018. Kegiatan dilakukan sebagai upaya penekanan jumlah angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Semarang.

“Hasil rata-rata setiap hari di Kota Semarang kita jaring 250 sampai 350 pelanggaran. Kalau yang sifatnya pelangaran-pelanggaran kecil itu kita hanya lakukan imbauan,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada pengendara motor, utamanya orangtua yang memboncengkan anak kecil, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menurut Sumiarta, mengenakan helm adalah hukumnya wajib ditaati oleh pengendara motor maupun pembonceng. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinding Lennon

Sebentar lagi genap dua bulan: demo di Hongkong itu. Masih belum menyamai tahun 2014 lalu: 70 hari. Tepatnya 78 hari. Tapi nada-nadanya kali ini...

Mencari Pemicu Longsor dan Banjir di Kawasan Dieng

Ulah manusia turut menjadi pemicu bencana banjir dan longsor di kawasan dataran tinggi Dieng. Kontur kemiringan tanah sekaligus setingan pola lahan yang keliru turut...

Kirab Alquran Raksasa, Libatkan Santri Tiga Ponpes

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah kampung tematis berdiri di Kota Semarang. Tapi, kampung tematis satu ini beda. Kampung Kauman, Semarang Tengah, mendeklarasikan sebagai Kampung Alquran. Seperti...

Tiga Desa Kebanjiran, 5 Rumah Warga Rusak

TEMANGGUNG—Tiga desa terendam banjir dan lima rumah penduduk mengalami rusak parah akibat hujan deras pada Minggu (19/2). Tiga rumah di Desa Ringin Anom dan...

Kenaikan PBB Dinilai Salahi Perda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Keputusan pemerintah Kota Semarang menaikkan PBB hingga 70 persen yang kini sudah direvisi menjadi 30 persen dinilai menyalahi perda. Ketua komisi...

Ditemukan 63 Pengidap HIV/AIDS Baru

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menemukan 63 pengidap HIV/AIDS baru hingga November 2017. Mereka tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang. Kepala...