33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Ciptakan Kesan Klasik hingga Glamour

Uniknya Tas Anyam Berbahan Kain Nusantara

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Kecantikan serta keunikan kain-kain nusantara kian diakui. Pemanfaatannya pun tak lagi sebatas material untuk busana, namun merambah hingga ke sejumlah produk fashion dan aksesori. Diantaranya tas anyam berbahan kain nusantara.

“Motif-motif yang hadir dalam ragam kain nusantara tergolong unik. Desain serta padu padan yang tepat menjadikannya karya yang sarat nilai,” ujar pemilik JF Bags, Judi Kurnianto saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Batik Sogan misalnya. Nuansa coklat dengan motif-motif klasiknya menghadirkan tampilan yang elegan. Sedangkan untuk nuansa glamour, kombinasi permainan warna-warna gold dan silver dapat menjadi pilihan.

Oleh karena itu, sejak 2014 lalu ia mulai fokus ‘mengutak-atik’ ragam kain nusantara dikombinasi dengan beberapa bahan lain menjadi aneka tas. Mulai dari clutch, tas jinjing hingga yang terbaru tas punggung.

“Saya bersama istri sudah mulai serius memproduksi tas sejak tahun 2012. Kemudian kami ingin lebih memiliki ciri khas. Karena itu sekitar tahun 2014, istri saya mulai mendesain tas-tas yang memadukan batik, songket dan beberapa jenis kain lain,” ujarnya.

Hasilnya, tas-tas produksinya pun mendapatkan sambutan yang cukup baik. Mulai dari konsumen lokal hingga luar. Ya, selain memasarkan dengan sistem online melalui website dan media social. Ia juga rajin mengikuti sejumlah pameran, baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya sempat ikut pameran di Belanda, Thailand, Taiwan dan Tiongkok. Saat di Batam juga ada pembeli dari luar negeri. Awalnya hanya membeli beberapa saja, setelah itu mereka kembali memesan,” ujar ayah dari dua anak ini.

Sejauh ini, untuk material ia mengaku tidak mengalami kesulitan. Mengingat kain-kain nusantara juga mulai banyak diproduksi. Hanya saja, untuk aksesoris tas seperti gesper, ia mengaku sedikit kesulitan dan harus mengimpor.

“Sekarang juga banyak pameran batik. Biasanya kami sering main kesana. Sambil jalan, sambil cari-cari inspirasi, kalau kira-kira ada yang menurut kami bagus untuk dijadikan tas baru kami beli dan desain,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap bisa terus berkreasi dan berinovasi dalam memproduksi tas-tas, khususnya yang memasukkan unsur budaya. Kemudian untuk pemasaran diharapkan juga bisa tembus ke pasar internasional. “Dalam label juga kami sebutkan merek serta Kota Semarang. Sehingga saya harap bisa turut mengenalkan kota ini juga,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Istri Cemburui Mantan Pacar

Tanya dr Andi: Dok, istri saya sering cemburuan, terakhir dengan mantan pacar saya. Ini sangat mengganggu hubungan kami, saya jadi tidak mood dengan istri. Saya...

Gus Mus: Yang Mengakui Saya Murid Itu Cuma Sujiwo Tejo

Sang guru mengenang Gus Mus sebagai murid yang kerap memimpin rekan-rekan sekelas berbaris, jago badminton, dan gemar membaca puisi. Bagi Gus Mus, semua yang...

Eksepsi Ketua RT 2 Karangayu Ditolak

SEMARANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan Ong Budiono selaku Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Karangayu, Kecamatan...

Ada yang Tidak Beres dalam Kaderisasi Parpol

RADARSEMARANG.COM - BANYAKNYA kader partai politik yang berpindah-pindah parpol mengindikasikan ada yang tidak beres dalam kaderisasinya. Hal itu membuat, para kader partai menjadi berpikiran...

Berjalan Lancar

Meski terkendala faktor cuaca, proyek pembangunan Pasar Johar Baru terus dikerjakan. Pemkot Semarang menargetkan pasar bisa selesai di awal tahun 2020 dari rencana semula.

Pasar Semarangan Targetkan Transaksi Rp 50 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Revitalisasi kawasan Hutan Tinjomoyo Semarang yang digagas oleh Pemkot Semarang dan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng dengan membuat Pasar Semarangan disambut antusias oleh...