75.682 Desa Sudah Teraliri Listrik, Tak Ada Defisit Daya dan Pemadaman

402
Dialog- Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto, Menteri Sosial RI Idrus Marham dan Meteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, tengah berdialog tentang kelistrikan di Indonesia. (ist)
Dialog- Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto, Menteri Sosial RI Idrus Marham dan Meteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, tengah berdialog tentang kelistrikan di Indonesia. (ist)

SEMARANG- Pemerintah melalui PLN, hingga akhir Desember 2017 telah membangun jaringan listrik di 75.682 desa yang tersebar di seluruh Indonesia.  Selain itu program pembangunan 35.000 tengah berjalan dan telah mencapai 16.994 MW.

Dari jumlah tersebut yang telah beroperasi mencapai 1.504 MW, sehingga seluruh sistem kelistrikan di Indonesia kini sudah tidak ada lagi yang mengalami defisit daya. Rasio elektrifikasi telah mencapai 95,35 persen melebihi target pada 2017 yakni 92,75 persen. Ini berarti desa-desa yang berhasil dilistriki PLN merupakan desa yang berada di daerah 3T yakni terdepan, terluar dan tertinggal.

“Alhamdulillah berkat doa semuanya sekarang tidak ada sistem listrik yang defisit. Mungkin dulu sering ada pemadaman, sekarang sudah tidak lagi. Ini bukti nyata upaya PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sampai ke desa di ujung agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto pada kegiatan Dialog Nasional 9 yang digelar di GOR Diponegoro Sragen, Jawa Tengah.

Bersama Menteri Sosial RI Idrus Marham dan Meteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, PLN mengajak sekitar 4.000 peserta yang hadir mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, pemuda, mahasiswa dan siswa maupun masyarakat umum untuk berkalaborasi bersama mendukung program pembangunan yang saat ini  tengah dan akan dilaksanakan pemerintah.

Pemerintah juga telah menetapkan tarif listrik tidak naik sampai 2019 agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Selain itu, PLN pun kian berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan dan calon pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan peringkat kemudahan mendapatkan listrik yakni posisi 38 di tahun 2018 terkait survei Ease of Doing Business (EoDB). Kontribusi PLN dalam kemudahan Geting Electricity membuat posisi Indonesia dalam survei EoDB turut meningkat dari posisi 91 ke 72 diantara 190 negara.

Pada kesempatan ini PLN juga menyapa Kepala Desa serta Perangkat Desa Dieng Wetan, Wonosobo yang merupakan Desa Binaan PLN sebagai desa listrik dan berinternet, melalui video conference. Pelaksanaan program internet desa dilaksanakan anak perusahaan PLN yakni PT Indonesia Comnets Plus (ICON+)  yang membantu desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian desa.(*/tya)