NGONTHEL JAWA-BALI: Rombongan onthelis kirab International Veteran Cycling Association (IVCA) dilepas dari Kota Lama Semarang menuju ke Bali, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGONTHEL JAWA-BALI: Rombongan onthelis kirab International Veteran Cycling Association (IVCA) dilepas dari Kota Lama Semarang menuju ke Bali, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rombongan kirab International Veteran Cycling Association (IVCA), Sabtu (31/3) pagi, bertolak dari Kota Lama Semarang. Peserta kirab ini akan melanjutkan perjalanan menuju Bali dari titik awal perjalanan titik nol kilometer Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Jenderal (purn) Suyono, penasehat Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mengatakan, IVCA merupakan event internasional yang sangat istimewa. Pada event ini, seluruh sepeda tua dari berbagai negara akan berkumpul menjadi satu pada 12-15 April di Bali. Indonesia, lanjutnya, merupakan negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah acara ini. Sebelumnya, gelaran ini selalu dilaksanakan di negara-negara Eropa. ”Sudah beberapa tahun ditawarkan untuk menjadi tuan rumah. Kemudian di tahun 2018 ini kita siapkan di Bali,” ujarnya.

Kirab ini, kata dia, selain membawa misi perdamaian dan kesatuan, juga membawa misi pelestarian. Kirab ini ingin menyampaikan pesan untuk tetap meletarikan sepeda tua agar dapat disaksikan oleh anak cucu nanti. ”Jangan sampai anak cucu kita bisa melihat sepeda tua justru dari luar negeri,” jelasnya.

Rendi, ketua tim inti kirab mengatakan, sejak keberangkatan dari Anyer, 10 onthelis yang tergabung dalam tim inti ini kerap diguyur hujan. Meskipun demikian, hingga tiba di Kota Atlas, rombongan yang akan menempuh jarak kurang lebih 1.500 km ini dapat melaluinya tanpa terputus.

Sejauh ini, dikatakan Rendi, kendala yang dihadapi di antaranya hanya terkadang ada anggota yang tercecer di jalan. Pasalnya, ada yang harus ke toilet secara mendadak. ”Karena nggak bilang, jadi kita nggak tahu. Terus kita nyariin,” ujarnya sambil tertawa.

Sementara untuk teknis, rombongan ini tidak begitu mengalami kesulitan karena perjalanan mereka sudah dilengkapi dengan semua keperluan, termasuk montir dan kawalan.

Rendi, yang merupakan wakil dari DKI Jakarta menempuh perjalanan ini dengan sembilan anggotanya dari berbagai daerah, di antaranya Medan, Banten, Solo, Cirebon, Bandung, Tuban, dan Kendal.  Dari 10 onthelis, terdapat satu onthelista (sebutan onthelis perempuan) yang berasal dari Bali. Ia adalah Dwi Puspasari. ”Dia ini satu-satunya perempuan dalam tim inti ini. Tapi ketangguhannya tidak kalah dengan yang lain,” jelasnya. (sga/aro)