RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Aset yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dalam 24 produk reksadana meningkat signifikan sebesar 62 persen dalam waktu satu tahun. Yaitu dari Rp 15,9 triliun pada 2016 menjadi Rp 25,7 triliun di tahun lalu.

“Sehingga total dana kelolaan MAMI mencapai Rp 65,7 triliun pada akhir tahun 2017, atau meningkat 28 persen dalam waktu setahun. Dana milik lebih dari 197 ribu investor Indonesia tersebut dikelola dalam 24 produk reksadana dan 46 mandat investasi,” ujar Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro, baru-baru ini.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut sebagai dampak inovasi yang ditawarkan pada investor dan calon investor. Di antaranya melalui reksadana Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II) yang memiliki tingkat risiko lebih rendah.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat investor akan volatilitas pasar dan keinginan untuk mengoptimalkan imbal hasil investasi. Karena itu, kami hadirkan produk tersebut,” ujarnya.

Selain itu, tahun lalu pihaknya juga fokus menawarkan reksadana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi dengan dana minimal Rp 10 ribu. “Selain dirancang untuk investor umum, MSSI ini juga dapat menjadi produk investasi pilihan bagi para investor pemula,” ujarnya.

Ia menambahkan, solusi inovatif yang ditawarkan MAMI disambut baik oleh para investor. Dana kelolaan MPB II tumbuh sebesar 580 persen dalam waktu 1 tahun, dari semula hanya Rp 465,7 miliar menjadi Rp 3,2 triliun pada akhir tahun 2017. Sementara reksadana MSSI yang belum genap satu tahun diluncurkan telah memiliki dana kelolaan sebesar Rp 609,7 miliar hingga akhir Desember 2017 lalu. (dna/ida)