33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Keinginan GTT dan PTT Belum Direspons

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sekolah negeri se-Kabupaten Semarang saat ini masih harap-harap cemas menunggu hasil dari audiensi mereka dengan DPRD Kabupaten Semarang Kamis (29/3).
Seperti diketahui, semua GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang menggeruduk gedung dewan tersebut untuk mempertanyakan nasib. Yuliandhini Nur Rahmah, 26, salah satu GTT di SDN Gedhanganak 03 Kecamatan Ungaran Timur megungkapkan jika selama ini honor yang diterima oleh GTT dan PTT sangat memperihatinkan.“Ada guru honorer yang di gaji Rp 250 ribu perbulan, padahal kewajiban kami juga sama dengan guru yang sudah PNS,” katanya, Jumat (30/3).
Adapun tuntutan dari para GTT dan PTT tersebut yaitu terbitnya Surat Kerja (SK) dari Bupati Semarang. Dikatakan Andien, sapaan akrabnya, belum adanya SK Bupati membuat keberadaan GTT dan PTT ini rawan dihilangkan serta diabaikan kesejahteraannya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Forum GTT dan PTT SD Negeri Kabupaten Semarang Tri Mulyanto. Dikatakan Tri, legalitas GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang benar-benar harus dipertegas.“Dengan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati atau Kepala Dinas, diharapkan kesejahteraan GTT dan PTT akan lebih baik,” katanya.
Secara mandiri pihaknya sudah melakukan pendataan dan menelusuri di lapangan dan memastikan sekolah benar-benar membutuhkan guru dan pegawai honorer. “Kami sudah mendata secara valid, berdasarkan data dari Dapodik (data pokok pendidikan),” katanya.
Dari pendataan mandiri yang dilakukan oleh pihaknya, terungkap bahwa kebutuhan SD Negeri untuk guru kelas yang linier 748 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kebutuhan 236 orang, untuk PJOK 68 orang. Kemudian guru agama nonmuslim 20 orang. “Kami ada dokumennya semua,” ujarnya.
Dalam hal ini, GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang tidak menuntut untuk diangkat menjadi PNS. Namun pengakuan sebagai GTT dan PTT dari Pemkab Semarang yang dibuktikan dengan SK Bupati maupun Kepala Dinas.
Menurutnya, selembar SK Bupati ini sangat penting bagi GTT sebab bisa menjadi modal pembinaan peningkatan kompetensi. “Kami tidak menuntut diangkat menjadi PNS tapi kami hanya minta SK ini bahwa keberadaan kami legal. Soal honor sesuai UMK itu kami serahkan ke kemampuan daearah,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Makin Kreatif Manjakan Wisatawan 

OBJEK Wisata Goa Kreo dan Waduk Jati Barang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati tak kalah mempesona. Warga di wilayah yang biasa disebut Desa Talun Kadang...

Bagikan Susu ke Pasien Anak

SALATIGA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga membagikan paket susu kepada pasien anak. Secara simbolis Direktur RSUD dr Agus Sunaryo menyerahkan kepada...

Dongkrak Wisatawan Asing Lewat Momentum HUT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan Kota Semarang mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat pada tahun 2017, jumlah kunjungan wisata ke Kota Semarang dalam...

732 Pemilih Masih Bermasalah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menemukan adanya 732 data pemilih yang bermasalah dalam pencermatan dan uji publik Daftar Pemilih Sementara...

Pesanan Meningkat

RADARSEMARANG.COM - Umami saat menjemur mainan kepala barongsay di depan rumahnya Rabu (7/2) kemarin. Menjelang tahun baru Imlek, sentra pembuatan mainan barongsay di Karangroto...

Peminat SMM Untidar Capai 4.890 Orang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Program penerimaan calon mahasiswa baru melalui Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Minggu (22/7) kemarin, diikuti oleh 4.890 pendaftar....