DUETKAN DALANG : Direktur Leprid Paulus Pangka menyerahkan sertifikat kepada Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman dan Anggota DPD RI Bambang Sadono. (kanan) Dalang Ki Sigit Ariyanto dan Ki Seno Nugroho saat berkolaborasi. (FOTO-FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUETKAN DALANG : Direktur Leprid Paulus Pangka menyerahkan sertifikat kepada Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman dan Anggota DPD RI Bambang Sadono. (kanan) Dalang Ki Sigit Ariyanto dan Ki Seno Nugroho saat berkolaborasi. (FOTO-FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua dalang kondang dengan gagrak berbeda berhasil disandingkan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam satu panggung, Kamis (29/3) malam. Dengan segala perbedaan yang ada, dalang Ki Sigit Ariyanto asal Rembang dengan gaya Surakarta, dan Ki Seno Nugroho dengan gaya khas Jogjakarta berhasil memberikan tontonan yang menarik kepada pengunjung yang datang. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok dari berbagai segi, di antaranya penokohan, gendingan (lagu iringan)dan busana.

“Keduanya punya perbedaan yang siginifkan, namun kita coba tampilkan dalam satu panggung. Ternyata, dua dalang ini bisa bermain bersama. Walaupun dengan iringan gamelan yang berbeda dan sinden yang berbeda pula dari masing-masing gagrak,” ujar Penanggungjawab Dies Natalis UNNES ke-53, Dr Wahyono MM, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam pergelaran wayang kulit spektakuler itu, kedua dalang memainkan lakon yang sama, yakni Manunggaling Mustikaning Jagad. “Lakon tersebut punya makna tentang Persatuan Indonesia diamini dari filosifi Pancasila, dan target UNNES mengejar internasionaliasi, namun tetap di bawah bingkai NKRI dengan pilarnya Pancasila. Lakon yang dibawakan ini tentu untuk meningkatan rasa nasionalisme generasi muda yang kian pudar,” tuturnya.

Alhasil, pegelaran wayang kolaborasi dua gagrak ini pun mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Medali dan sertifikat Leprid diserahkan  oleh Direktur Leprid, Paulus Pangka SH, kepada Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman, kedua dalang dan Anggota DPD RI, Bambang Sadono. “Penghargaan ini diharapkan bisa menggugah insan Indonesia untuk lebih berprestasi dan berinovasi dalam bidang masing-masing,” ujar Paulus Pangka. (den/aro)