31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

26 Desa Punya Potensi Wisata

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sedikitnya 26 desa di Kabupaten Wonosobo yang memiliki potensi wisata didorong untuk mampu meningkatkan daya jual wisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Wonosobo menggelar pelatihan pemetaan potensi desa dan motivasi pada para pelaku wisata desa.
Dalam acara yang berlangsung di Rumah Makan Sari Rasa selama 26-30 Maret 2018, tampil sebagai pembicara Kepala Diparbud One Andang Wardoyo. Selain itu juga ada akademisi sekaligus konsultan pengembangan wisata Eko Suseno dari Semarang, serta praktisi media yang juga Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Sumali Ibnu Chamid.
Menurut One Andang Wardoyo, Wonosobo memiliki potensi wisata yang tinggi, termasuk di beberapa desa. Namun selama ini pada sisi manajemen dan pemasaran masih kurang. “Untuk itu, kami berikan pelatihan agar pelaku wisata di desa memiliki semangat,” katanya.
Kabid Promosi Diparbud Bambang Tri menyebutkan, hasil dari pelatihan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam meningkatkan pelayanan jasa wisata. “Materi selain motivasi, juga dikenalkan manajemen jasa wisata hingga strategi pemasaran,” katanya.
Kelemahan Pokdarwis, kata Bambang, dalam pengemasan produk belum semuanya menarik. Untuk itu lewat pelatihan diharapkan akan menemukan konsep yang menarik dalam pemasaran. Peserta dilatih membuat paket produk, cara memasarkan hingga membuat event wisata secara rutin. “Kami akan bantu promosi. Kami juga kerjasama dengan sejumlah media dalam memasarkan desa wisata. Tapi kesiapan pelayanan jasa wisata desa harus dipersiapkan dulu,” jelasnya. (ali/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...