33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Tuntut Pesangon Tak Dicicil Pekerja

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan pekerja PT Sri Ratu (SR) Semarang yang di PHK, menggelar aksi unjuk rasa di depan tempatnya bekerja di Jalan Pemuda, Kamis (29/3). Mereka menuntut kepada perusahaan supaya memberikan pesangon sesuai haknya, dan tidak diangsur alias dicicil.
Mereka juga membentangkan berbagai spanduk bertuliskan “Tenagaku Diperas!
Pesangonku Dirampas!”, “Tolong Pikirkan Nasip Kami”, “Hai Pak Baleke Duwitku”, “Pesangonku Ojo Diangel Angel Yooo”, “Berani PHK Berarti Berani Kasih Pesangon”.
Koordinator aksi Heru Budi Utoyo, mengatakan, para pekerja Sri Ratu di PHK sejak Desember 2017. Pekerja menilai perusahaan tidak punya itikad baik untuk memenuhi kewajibannya sesuai UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.
“Ini merupakan (aksi) yang ke empat kalinya sejak di PHK. Mereka menuntut pesangon sesuai dengan UU yang ada dan tidak dicicil,” ungkap Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Kota Semarang.
“Sebenarnya putusan MA memutuskan perusahaan atau pengusaha untuk membayar pesangonya. Tapi sampai sekarang juga tidak diberikan,” bebernya.
Menurutnya, para pekerja yang di PHK tidak semuanya mereka tergabung dalam KSPN. Selain itu juga ada sebagian yang telah menerima pesangon dengan cara diangsur. Sedangkan mereka yang di PHK bekerja kisaran 18 tahun hinga 30 tahunan.
“Yang menolak diangsur ini ada sekitar 75 orang. Kebanyakan masa kerja mereka di atas 20 tahun sampai 30 tahun. Kalau aturan yang kita tuntut sesuai aturan dua kali ya paling nggak satu orang mendapat Rp 60 juta,” katanya. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Buku Mbah Abu Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM - Secara kuantitas dan kualitas KH Abu Ubaidah, salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang sangat kondang di wilayah Kedu, sangatlah menginspirasi banyak pihak....

Sabtu-Minggu Dimaksimalkan untuk Keluarga

RADARSEMARANG.COM - Target pekerjaan yang tinggi membuat Ihwan harus menghabiskan waktu untuk bekerja. Tidak heran jika jam kerjanya tembus 12 jam sehari. Setiap Senin-Jumat,...

Jokowi Genjot Pemberian Sertifikat Tanah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 705.194 sertifikat tanah untuk rakyat di 5 Provinsi di Indonesia secara serentak. Penyerahan sertifikat itu sendiri...

581 Mahasiswa UM Magelang Diwisuda

MAGELANG—Sebanyak 581 mahasiswa UM Magelang mengikuti wisuda sarjana dan ahli madya ke-67 periode 1 Tahun Akademik 2017 - 2018 pada Sabtu (30/9) lalu, di...

Reformasi Perizinan, Investasi Jateng Meroket

SEMARANG- Investasi di Jateng tumbuh signifikan hingga 53 persen per tahun. Banjir investasi usaha di berbagai sektor ini sejak 2013 hingga 2017 mampu menyerap...

Toilet dan Kecepatan Kereta

Di edisi hari ini saya komentari beberapa catatan tentang kereta api dan kunonya uang tunai sebagai berikut; Ahmad Fakhtimihaqi: Tapi kalo ke toilet tetap bayar tunai...