33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Langgar Aturan, Ratusan APK Diturunkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ratusan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018 di Kota Salatiga diturunkan paksa. Penindakan terhadap APK yang melanggar aturan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bawaslu Kota Salatiga, TNI, Polri dan instansi lainnya, Kamis (29/3).
Sebelum penindakan dilaksanakan, Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat menyampaikan kepada tim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga tim sukses kedua pasangan calon Gubernur sehari sebelumnya, atau pada Rabu (28/3) di Kantor KPU Kota Salatiga.
“Dari koordinasi tersebut disepakati bahwa waktu yang diberikan untuk menurunkan sendiri APK adalah sampai pada hari Kamis (29/3) pukul 09.00, selebihnya akan ditertibkan oleh tim gabungan,” jelasnya.
Ratusan APK seperti bendera, baliho yang melanggar seperti dipasang di pohon, tiang listrik, tiang telepon, dan yang melintang di sudut-sudut jalan ditertibkan oleh tim gabungan. Barang bukti pelanggaran tersebut kemudian diserahkan kepada Bawaslu Kota Salatiga. “Selanjutnya tetap akan dilakukan patroli dari Satpol PP Kota Salatiga untuk menyisir APK yang melanggar,” pungkasnya.
Terkait pencopotan APK tersebut, DPC PDIP menilai KPU Kota Salatiga terlalu arogan dan belum mengedepankan persuasif dalam penataan alat peraga kampanye (APK). Salah satu indikasinya, surat yang dikirimkan kepada tim kampanye calon Pilgub ada deadline penurunan APK yang dinilai melanggar.
Surat yang dimaksud, dikirimkan dari KPU kota Salatiga tertanggal 26 Maret 2018 kepada dua tim kampanye. Dalam surat itu disebutkan jika berkait dengan rekomendasi yang dikirimkan panitia pengawas, ada sejumlah APK yang dinilai melanggar administrasi.
“Alangkah indahnya kalau masing–masing tim kampanye diundang baik–baik dan diberitahu dengan lebih bersahabat tentu lebih enak. Tidak seperti surat itu, yang isinya memerintahkan dan ada deadline 1 x 24 jam. Itu bukan persuasif,” tandas ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Teddy Sulistyo.
Saat dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut, Ketua KPU Salatiga, Putnawati menampiknya. Menurut Putnawati, pihaknya hanya menindaklanjuti surat dari Panwas Kota Salatiga terkait pelanggaran pemasangan APK kepada tim kampanye pasangan calon. “Temuan atau rekomendasi panwas harus ditindaklanjuti oleh KPU,” jelasnya.
Terpisah, ketua Panwas Agung Ari Mursito membenarkan jika pihaknya mengirimkan surat rekomendasi pelanggaran pemasangan APK ke KPU. Pelaggaran yang dimaksud mulai dari sisi desain berbeda dengan yang diserahkan ke KPU, melanggar pemasangan  yakni melintang di jalan, di tiang listrik atau telepon, di rambu lalu lintas maupun jembatan. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Batang Gratiskan Trasportasi Haji

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang tahun ini menggelontorkan dana bantuan subsidi trasnportasi bagi jamaah haji. Bupati Batang Wihaji menjelaskan, dana trasportasi haji tersebut...

Rela Tanggalkan Jabatan Supervisor Diler

Bekerja tak sekedar melihat minat atau passion semata. Bagi Eduard Teddy Baskoro Widiyanto, 36 tahun, ada satu hal lagi yang tidak kalah penting saat...

KPID Dituntut Profesional

Tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah periode 2017-2020, dilantik oleh Gubernur Ganjar Pranowo, di Grandhika Bahkti Praja, Senin (13/3) kemarin. Mereka...

Operasi 11 Hari Tilang 2.609 Pelanggar

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Hanya selama 11 hari melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Candi 2018, Satlantas Polres Wonosobo telah menindak 2.862 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah itu,...

Siswa Berprestasi dapat Apresiasi

WONOSOBO—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo memberikan apresiasi pada para siswa yang berprestasi. Tak hanya untuk siswa MAN, tapi juga calon siswa yang memiliki prestasi...

Kampanyekan STAR, Cegah Pelecehan Seksual

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagai upaya mengurangi tingkat pelecehan seksual, mahasiswa jurusan D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Be A...