Blangkon untuk Ganjar

320
LESTARIKAN ADAT JAWA : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog bersama PRKJ Kabupaten Cilacap, kemarin. (Ist)
LESTARIKAN ADAT JAWA : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog bersama PRKJ Kabupaten Cilacap, kemarin. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Sekitar 12 ribu massa yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ) Kabupten Cilacap memberikan blangkon kepada calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo. Blangkon tersebut merupakan simbol penghormatan tertinggi dari adat Cilacap. Hadiah itu sekaligus doa yang tulus agar Ganjar tetap menduduki kursi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Ketua PRKJ di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Agus Sugiarto, menjelaskan, masyarakat adat yang ada di Cilacap saat ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, mereka menjadi pelestari adat dan kearifan lokal yang semakin tergerus modernisasi.

Satu hal yang menjadi keprihatinan adalah penyereotipan kaum adat sebagai warga yang lekat dengan klenik dan cenderung berbuat negatif. Stereotip ini berkembang di masyarakat karena pengaruh televisi. “Apalagi kalau di sinetron-sinetron televisi biasa digambarkan kalau kaum orang memakai blangkon itu sebagai sosok orang yang jahat,” ucapnya, kemarin.

Dialog berlangsung gayeng penuh canda. Warga merasa senang karena baru kali pertama sepanjang sejarah desa tersebut dikunjungi gubernur. “Kami senang akhirnya ada gubernur yang datang ke sini dan Pak Ganjar satu-satunya gubernur yang pernah berkunjung di sini. Pak Ganjar orangnya merakyat, kami senang punya pemimpin seperti beliau,” ucapnya.

Agus Sugiarto menceritakan, anggotanya di Kabupaten Cilacap saat ini sebanyak 12 ribu orang. Menurut Agus, di sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah juga terdapat PRKJ. “PRKJ terbentuk sekitar tahun 1970. Meski demikian, kami belum terdaftar secara resmi di pemerintah,” terangnya.

Ganjar menanggapi laporan masyarakat tersebut dengan bahasa “ngapak’. Dia menerangkan bila dirinya selalu memperhatikan tentang masyarakat adat dan seluruh budaya yang beragam di Jawa Tengah. Ketika masih aktif menjadi Gubernur Jateng ada kebijakan memakai busana adat setiap tanggal 15 dan pemakaian bahasa Jawa di lingkungan Provinsi Jateng.

Politikus PDI Perjuangan ini bahkan sempat membuka handphonenya kemudian menunjukan sebuah foto ketika dirinya memakai baju adat Jawa dan memakai blangkon saat upacara resmi di lingkungan Pemprov. Pak Presiden Jokowi berpesan supaya seluruh masyarakat adat harus tetap dijaga keberadaannya dan diberi dukungan sepenuhnya oleh pemerintah,” jelasnya.  (amh/zal)