33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Blangkon untuk Ganjar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Sekitar 12 ribu massa yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ) Kabupten Cilacap memberikan blangkon kepada calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo. Blangkon tersebut merupakan simbol penghormatan tertinggi dari adat Cilacap. Hadiah itu sekaligus doa yang tulus agar Ganjar tetap menduduki kursi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Ketua PRKJ di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Agus Sugiarto, menjelaskan, masyarakat adat yang ada di Cilacap saat ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, mereka menjadi pelestari adat dan kearifan lokal yang semakin tergerus modernisasi.
Satu hal yang menjadi keprihatinan adalah penyereotipan kaum adat sebagai warga yang lekat dengan klenik dan cenderung berbuat negatif. Stereotip ini berkembang di masyarakat karena pengaruh televisi. “Apalagi kalau di sinetron-sinetron televisi biasa digambarkan kalau kaum orang memakai blangkon itu sebagai sosok orang yang jahat,” ucapnya, kemarin.
Dialog berlangsung gayeng penuh canda. Warga merasa senang karena baru kali pertama sepanjang sejarah desa tersebut dikunjungi gubernur. “Kami senang akhirnya ada gubernur yang datang ke sini dan Pak Ganjar satu-satunya gubernur yang pernah berkunjung di sini. Pak Ganjar orangnya merakyat, kami senang punya pemimpin seperti beliau,” ucapnya.
Agus Sugiarto menceritakan, anggotanya di Kabupaten Cilacap saat ini sebanyak 12 ribu orang. Menurut Agus, di sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah juga terdapat PRKJ. “PRKJ terbentuk sekitar tahun 1970. Meski demikian, kami belum terdaftar secara resmi di pemerintah,” terangnya.
Ganjar menanggapi laporan masyarakat tersebut dengan bahasa “ngapak’. Dia menerangkan bila dirinya selalu memperhatikan tentang masyarakat adat dan seluruh budaya yang beragam di Jawa Tengah. Ketika masih aktif menjadi Gubernur Jateng ada kebijakan memakai busana adat setiap tanggal 15 dan pemakaian bahasa Jawa di lingkungan Provinsi Jateng.
Politikus PDI Perjuangan ini bahkan sempat membuka handphonenya kemudian menunjukan sebuah foto ketika dirinya memakai baju adat Jawa dan memakai blangkon saat upacara resmi di lingkungan Pemprov. Pak Presiden Jokowi berpesan supaya seluruh masyarakat adat harus tetap dijaga keberadaannya dan diberi dukungan sepenuhnya oleh pemerintah,” jelasnya.  (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pecah Ban, Truk Pemuat Pupuk Terbakar

DEMAK - Kecelakaan lalulintas kemarin terjadi dijalan raya Pantura Demak, tepatnya di wilayah Onggorawe, Kecamatan Sayung. Sebuah truk mengalami pecah ban di roda bagian...

Mengenal Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia

Drone atau pesawat tanpa awak makin digemari masyarakat Indonesia. Belum lama ini, para pilot drone berkumpul di Magelang. Seperti apa? PUPUT PUSPITASARI, Mungkid. Yang namanya hobi,...

Naik Pangkat Sebuah Kehormatan

MAGELANG—Sebanyak 30 prajurit dan PNS Kodim 0705//Magelang naik pangkat. Mereka terdiri atas Bintara sbanyak 21 orang, Tamtama 4 orang dan PNS 5 orang. Upacara...

Mahmudin, Jalan Kaki dari Wonosobo ke Jakarta untuk Bertemu Presiden Jokowi

Kecintaan Mahmudin terhadap Presiden Joko Widodo terlampau tinggi. Warga Dusun Gondoran RT 3/ RW 5, Desa Mlandi, Garung, Wonosobo, itu, kemarin memulai perjalanan kaki...

Pasar Mranggen Digelontor Rp 23 M

DEMAK - Pembangunan Pasar Mranggen akan dilanjut pada 2018 mendatang, dengan anggaran sebesar Rp 23 miliar. Ketua Komisi C DPRD Demak, Sudarno mengatakan, anggaran Rp...

Berharap Harga Tembakau Semakin Baik

TEMANGGUNG– Ribuan warga Temanggung berebut dua gunungan hasil bumi di Jalan Jenderal S Parman, tepatnya depan Pasar Kliwon Temanggung, Sabtu (9/12) siang. Aktivitas ini...