600 Ribu Ha Cocok Ditanami Bawang Putih

350
TARGET SWASEMBADA: Tim dari Kementan RI dan Lembaga Penelitian Sandong China saat meninjau areal tanaman bawang putih di Desa Gelapansari Parakan, Kamis (29/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)
TARGET SWASEMBADA: Tim dari Kementan RI dan Lembaga Penelitian Sandong China saat meninjau areal tanaman bawang putih di Desa Gelapansari Parakan, Kamis (29/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan swasembada bawang putih pada 2019/2020. Untuk mewujudkan itu, diperlukan sekitar 73.000 hektare dengan rincian, 60.000 hektare untuk konsumsi dan sisanya 13.000 hektare untuk benih.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menuturkan, Kementan sudah mengidentifikasi bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, terdapat sekitar 70 kabupaten yang merupakan lokasi penanaman bawang putih.

“Lebih dari 600.000 hektare daerah yang cocok ditanami bawang putih. Kalau semuanya mau bekerja keras, bekerja cerdas dengan menghasilkan siung bawang putih yang besar-besar, mudah-mudahan swasembada bisa dicapai,” ucapnya saat meninjau areal tanaman bawang putih di Desa Gelapansari Parakan bersama tim dari Lembaga Penelitian Sandong China, Kamis (29/3).

Ia mengatakan, berdasarkan masukan dari tim Lembaga Penelitian Sandong China, untuk menanam bawang putih supaya hasilnya maksimal harus memperhatikan jarak tanam yang agak longgar, yakni 10 x 15 centimeter. Lalu, ukuran siung yang ditanam juga harus besar. Sebagaimana yang dipraktikkan di China, ukuran siung yang ditanam antara tiga hingga empat gram per siung. Dosis pupuk juga perlu ditambah, rata-rata yang dilakukan petani sekitar 200 kilogram NPK per hektare, maka harus ditambah lagi 50 hingga 100 kilogram NPK per hektare.

“Berdasarkan pengamatan kami tanaman bawang putih di Karanganyar, Magelang dan Malang juga bagus, tetapi yang paling baik di Temanggung dan di Lombok Timur NTB,” ungkpanya. (san/lis)