RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Polres Kendal menetapkan tersangka satu dari dua orang terlapor. Yakni dalam kasus dugaan tindak pidana pelanggaran Pilgub Jateng. Satu tersangka yakni Zaenuddin. Ia diduga melakukan pelanggaran dengan money politik yang mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon gubernur.

Dugaan pelanggaran itu dilakukan pada saat reses salah satu anggota dewan. “Perannya sebagai orang yang membagikan alat peraga kampanye kepada masyarakat dan sekaligus melakukan money politik,” katanya Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, kepada wartawan, Rabu (28/3).

Zaenuddin dilaporkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal bersama terlapor lainnya seorang anggota DPRD Kendal, Berinisial R. Agenda reses untuk kampanye itu dilakukan di Balai Desa Gondang, Kecamatan Cepiring tanggal 11 Maret 2018.”Baru satu yang ditetapkan tersangka. Yakni, Zaenuddin. Untuk anggota dewan belum, karena yang bersangkutan berangkat umroh, sehingga tidak bisa diklarifikasi,” kata dia.

Kapolres, mengungkapkan, kasus pelanggaranpemilu itu merupakan limpahan dari Panwaslu Kendal. Bahwa dalam rapat plenonya ada dugaan money politik. Selain itu juga sudah melalui proses oleh tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kendal, dan dilimpahkan ke Polres.

Kasus perkara tersebut masih dalam penyidikan. Karena waktunya singkat Polres melakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk dilimpahkan. “Statusnya Zaenuddin tersangka. Untuk anggota dewanya belum. Ancaman hukumanya minimal 36 bulan dan maksimal  72 bulan,” ungkap dia.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kendal, Ubaidillah, mengatakan, kasus pelanggaran pemilu agenda reses yang sedianya untuk menyerap aspirasi warga. Tapi justru digunakan untuk mengkampanyekan salah satu calon gubernur Jateng.“Penetapan tersangka itu atas nama Zaenuddin. Kalau informasinya, dari penyidik berkas penetapan tersangka itu sudah diserahkan ke Kejaksaan,” kata Ubaidillah. (bud/bas)