Pakaian Adat Jawi Jangkep Warnai Upacara Hari Jadi

720
MERIAH: Tarian kolosal menceritakan sejarah Demak era Sultan Fatah. Inzet: Bupati Demak HM Natsir dengan pakaian adat saat memberikan bantuan dari Baznas untuk musala Al-Muttaqin Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Tarian kolosal menceritakan sejarah Demak era Sultan Fatah. Inzet: Bupati Demak HM Natsir dengan pakaian adat saat memberikan bantuan dari Baznas untuk musala Al-Muttaqin Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Ada yang berbeda dengan upacara Hari Jadi Kabupaten Demak ke-515 di Alun-Alun Kota Demak, kemarin. Para pejabat mulai Bupati HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono, MMR hingga para kepala dinas dan instansi terkait ikut menyemarakkan ulang tahun Kota Wali tersebut dengan mengenakan pakaian adat Jawi Jangkep khas Demak ala Sunan Kalijaga.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto, Wakil Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet dan Muntohar bersama anggota dewan yang lain juga memakai pakaian adat serba warna hitam.

Pakaian adat yang dipakai para pejabat ini sesuai dengan Perbup Nomor 7 Tahun 2017 yang di dalamnya disebutkan, bahwa setiap tanggal 28 tiap bulannya wajib menggunakan pakaian adat. Bupati Demak HM Natsir mengatakan, dengan mengenakan pakaian adat tersebut menunjukkan kekompakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melestarikan baju adat Demak.  “Ini juga bentuk kebersamaan untuk bareng bareng membangun Demak,” katanya.

Menurutnya, pakaian adat khas Demak ini telah menjadi ikon Jateng. “Mari kita bareng bareng jadikan Demak gemah ripah loh jinawi sesuai teman Hari Jadi ini. Untuk membangun Kota Wali ini memang butuh kerja keras,” katanya.

Upacara Hari Jadi juga ditandai dengan tarian kolosal persembahan dari para siswa SMAN 3 Demak dibawah pimpinan Kepala Sekolah Suprapto. Diakhir acara diselingi dengan pemberian bantuan, termasuk bantuan untuk masjid dan musala, diantaranya untuk musala Al-Muttaqin Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam sebesar Rp 5 juta dari Baznas Demak. (hib/bas)