TOLAK KEBIJAKAN : Ratusan massa yang tergabung dalam KNCI menggelar aksi di depan kantor gubernuran, Jalan Pahlawan. Mereka menolak kebijakan 1 NIK 3 Sim card. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TOLAK KEBIJAKAN : Ratusan massa yang tergabung dalam KNCI menggelar aksi di depan kantor gubernuran, Jalan Pahlawan. Mereka menolak kebijakan 1 NIK 3 Sim card. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ratusan massa yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) dari berbagai kota di Jateng melakukan aksi menolak pembatasan registrasi kartu prabayar 1 NIK 3 SIM Card. Aksi yang digelar di depan kantor DPRD tersebut menutup Jalan Pahlawan, Rabu (28/3).

Dengan membawa poster yang bertuliskan Paketan naik tinggi susu tak terbeli, Revisi harga mati serta Revisi aturan registrasi Kominfo tolong tepati janji. Mereka meneriakkan yel-yel menolak 1 NIK untuk 3 SIM card. Mereka  melakukan long march dari kawasan Stadion Tri Lomba Juang menuju kantor Gubernuran.

Bahkan dalam aksinya massa menggelar teatrikal yang menggambarkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengikat dengan rantai sebagai bentuk pembatasan kepada penjual kartu yang berdampak pada naiknya harga paketan.

“Tentunya apabila ada pembatasan itu maka harga paketan akan naik dan melambung tinggi sehingga akan membuat rugi,” kata Koordinator aksi, Nasirullah Guntur Surendra.

Untuk itu, pihaknya menuntut empat hal yakni menolak pembatasan registrasi kartu prabayar, mendesak Presiden untuk mencopot Rudiantara sebagai Menteri Kominfo karena membunuh jutaan pelaku usaha seluler.

Massa kemudian ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Feri Wawan Cahyo yang akan meneruskan aspirasi ini. Setelah itu massa bersama dengan Wakil DPRD menyanyikan lagu Indonseia Raya dan massa membubarkan diri. (hid/zal)