Bupati Intensifkan Mengajar Budi Pekerti di Sekolah

212
MENGAJI : Izza Sasky siswi kelas IX F melafalkan surat dalam Alquran dengan merdu dan indah. Izza pun mendapat  hadiah tabungan pendidikan Rp 500 ribu dari Bupati dan Wakil Bupati Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENGAJI : Izza Sasky siswi kelas IX F melafalkan surat dalam Alquran dengan merdu dan indah. Izza pun mendapat  hadiah tabungan pendidikan Rp 500 ribu dari Bupati dan Wakil Bupati Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sudah menjadi sebuah tradisi, setiap kali kunjungan kerja pada program “Ngudo Roso” ke desa pelosok, Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono menyempatkan mengajar di sekolah terdekat. Kunjungan tersebut disambut antusias siswa dan guru.

“Kunjungan ini menjadi sejarah besar bagi sekolahan ini, karena sejak berdirinya SMP baru kali ini dikunjungi oleh Bupati Batang bersama Wakilnya,” ucap Kepala SMP N 1 Tulis Sugiyanto, Rabu (28/3).

Dijelaskan, sekolah yang berdiri sejak tahun 1978 tersebut, kini menjadi salah satu sekolah SMP Negeri favorit di Kecamatan Tulis, sehingga muridnya cukup banyak. Dalam pendidikannya juga sukses mengantar siswanya berprestasi.

Saat kedatangan bupati, semua siswa menyambut dari jalan masuk sekolah. Selama Wihaji dan Suyono mengajar di kelas terbuka, seluruh siswa menyimak dengan seksama.

Sementara itu, Wihaji saat dimintai keterangan, mengatakan  patut diakui bahwa kini beragam budaya adat yang dimiliki bangsa, terutama budaya khas ketimuran dengan karakter sopan santun, teposliro yang saling mengormati satu sama lain sudah mulai luntur. Akibat perkembangan zaman dengan kemajuan informasi teknologi.

Untuk itu, sebagai kepala daerah sangat prihatin, mempunyai kewajiaban untuk mengembalikan karakaternya. Dengan cara sering mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Batang untuk mengajarkan pendidikan karakter.

“Derasnya budaya asing melalui berbagai media dapat melunturkan karakter bangsa Indonesia, maka kita berkewajiban mengajarkan budi pekerti agar penerus bangsa tidak kehilangan karakter sebagai jatidiri bangsa,” kata Wihaji

Perkembangan informasi teknologi yang semakin maju lanjutnya, bisa menjadi baik dan buruk. Tergantung bagaimana peran orang tua dan guru dalam mengontrol perkembangan anak.

Ditambah peredaran narkoba semakin bermacam – macam modusnya dan polanya, dan tidak hanya di kota saja namun juga sudah merambah ke pedesaan.

“Jangan pernah mencoba narkoba, karena akan merusak saraf yang bisa mengubah perasaan, cara berpikir, serta perilaku seseorang yang menggunakannya, maka jauhilah narkoba dan bencilah narkoba,” pintanya di hadapan siswa SMP.

Wakil Bupati Suyono menambahkan, masa depan bangsa dan Kabupaten Batang tergantung dari generasinya. Oleh karena pihaknya akan intens mengunjungi dan mengajar ke sekolah – sekolah.

“Kita pingin generasi Kabupaten Batang terbebas dari narkoba, sehingga generasi yang akan datang menjadi lebih baik lagi, lebih pintar, tanpa meninggalakan karakter dan jati diri bangsa dengan budipekertinya,” harap Suyono. (han/zal)