Blusukan UMKM ke Perajin Suvenir Militer

264
PRODUKSI : Darwo, perajin suvenir militer sibuk menyelesaikan pesanan. (PUPUT PUSPTIASARI/RADAR KEDU)
PRODUKSI : Darwo, perajin suvenir militer sibuk menyelesaikan pesanan. (PUPUT PUSPTIASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Bagian Humas Pemkot Magelang mengawali program “Blusukan UMKM” ke perajin suvenir di Perumahan Tidar Indah, Kampung Magersari milik Darwo Wibowo, kemarin.

Dari kunjungan perdana pada program ini, humas mengetahui detail produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Magelang yang potensial di wilayahnya.

Kasubag Peliputan dan Pemberitaan Humas Setda Kota Magelang, Anggit Pamungkas mengakui bahwa produk kerajinan suvenir khas militer yang dibuat Darwo berkualitas dan harganya terjangkau. Dia juga menyebutkan, produk bermerek Gita Tidar Indah itu masuk dalam UMKM unggulan di Kota Sejuta Bunga.

“Kita liput bersama sejumlah media, agar masyarakat luas mengetahui potensi ini,” kata Anggit, kemarin.

Dirinya mendorong agar Darwo terus melakukan inovasi untuk menambah keberagaman jenis suvenir. Ia berharap bisnis kerajinan ini berkelanjutan, dan mendukung kegiatan pariwisata di Kota Magelang. Pasalnya, kerajinan suvenir ini mewakili citra Kota Magelang sebagai kota militer,  “Sektor ini kita dorong terus, karena sangat strategis untuk meningkatkan roda perekonomian kota,” imbuhnya.

Sementara itu, Darwo, mengaku tidak terkendala dalam pemasaran. Justru selama ini ia kualahan memenuhi permintaan pasar. Sementara dirinya kekurangan tenaga kerja. Saat ini hanya ada 15 orang yang membantu menyelesaikan pesanan. “Padahal saya sangat terbuka jika ada yang ingin ke sini dan belajar,” ujar pria 43 tahun ini.

Dia bercerita, sejak merintis usaha pada tahun 2006, ia telah membuat bermacam produk. Mulai dari plakat, miniatur tentara, tas, stiker, patung tentara dan gantungan kunci yang paling laris. Tiap bulan, dia bisa memproduksi sekitar 5.000 gantungan kunci, dan sekitar 300 patung sesuai jumlah pesanan. Bahkan hampir semua instansi militer di Indonesia pesan ke Darwo. Ia bisa meraup untung bersih Rp 1 juta per hari.

“Pesanannya dari Magelang, tapi juga luar Pulau Jawa,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Kasi Monev dan Fasilitasi Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Hety Kusumawati mengakui bahwa usaha yang digeluti Darwo merupakan satu-satunya produksi aksesori militer berbahan dasar fiber di Kota Magelang. Namun, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala tersendatnya produksi.

“Kita akan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memberikan pelatihan bagi wirausaha baru, agar memiliki keterampilan dalam membuat suvenir berbahan fiber. Pak Darwo juga siap membagikan ilmunya,” ujarnya. Dengan solusi ini, ia berharap dapat menekan angka pengangguran di Kota Magelang. (put/lis)