Tak Terdampak Pertalite Naik, Harga Sembako Masih Stabil

141

Beras IR 64 kualitas premium Rp 10.500. Harganya turun jika dibandingkan medio Januari 2018, usai kenaikan BBM Pertalite yang petama. ”Harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Klaten stabil. Saya kira tidak terimbas kenaikan harga BBM,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Distribusi Pangan Bidang Ketahanan Pangan, DPKPP Klaten, Sri Nur Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (26/3).

Sementara itu di Solo, kenaikan harga Pertalite juga tidak berdampak pada sembako. Samini, 40, pedagang Pasar Gede mengaku harga bawang putih memang naik. Tapi itu terjadi sebelum pemerintah menaikkan harga Pertalite. Kenaikan harga bawang dipicu pasokan barangnya yang minim. ”Karena barangnya sedikit, mau tidak mau harganya naik,” bebernya.

Bawang putih dibandrol Rp 55 ribu per kg. Padahal dua pekan sebelumnya harga bawang putih masih di angka Rp 40 ribu per kg. ”Kalau pasokan barangnya stabil, pasti harganya bisa turun,” imbuhnya.

Willi, 36, pedagang Pasar Gede lainnya menyebut harga bawang putih tidak berpengaruh terhadap kenaikan Pertalite. ”Tapi kalau bawang merah mungkin terpengaruh. Sebab kenaikannya baru-baru ini. Dari harganya Rp 25 ribu per kg, sekarang jadi Rp 35 ribu,” ujarnya.

Harga ayam potong juga tidak terpengaruh kenaikan Pertalite. Masih stabil di angka Rp 32 ribu per ekor. Sedangkan untuk ayam kampung Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan ayam ras Rp 50 ribu per ekor. ”Kalau daging ayam kenaikannya karena mendekati Hari Raya Paskah,” sambung pedagang ayam Pasar Gede, Harini, 43.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta, Bandoe Widiarto memprediksi tidak akan terjadi deflasi bulan ini. Pihaknya memprediksi adanya inflasi karena berbagai macam barang kebutuhan pokok yang harganya merangkak naik. Kenaikan dipicu karena stok bawang putih yang menipis dan kebijakan pemerintah tidak melakukan impor. Sedangkan bawang merah kenaikannya dipicu petani yang belum panen.

”Dari data Januari lalu, angka inflasi pada 0,49 persen. Sedangkan Februari turun menjadi 0,48 persen. Maret dipastikan naik lagi menjadi 0,49 persen,” ucapnya.

(rs/ren/vit/fer/JPR)

Silakan beri komentar.