Inquiry Tingkatkan Belajar Biologi Siswa

236
Oleh: Sri Mutarsih, S.Pd., M.Pd.
Oleh: Sri Mutarsih, S.Pd., M.Pd.

RADARSEMARANG.COM – Gagal paham sering dirasakan siswa saat menerima materi pelajaran sains, terutama mata pelajaran biologi. Pun hal ini menjadikan keluhan sebagian guru mata pelajaran MIPA pada umumnya. Sehingga menyebabkan banyak siswa belum bisa mencapai hasil belajar bahkan belum bisa diajak untuk berpikir kritis atas apa yang dibaca. Bahkan materi yang diterima serta berdasarkan pengamatan yang dilakukan.

Mengapa hal ini kerap terjadi? Kendatipun guru sudah merancang perencanaan proses pembelajaran sains dengan sedemikian detail dan lengkap dengan metode, media, model pembelajaran yang akan dimainkan. Namun, masih saja guru berkeluh atas proses pembelajaran yang berlangsung tidak sesuai dengan harapan.

Hal ini tidak sebatas menjadikan hal penting bagi guru mata pelajaran sains, khususnya biologi. Namun juga menjadikan momok bagi sebagian siswa. Terjadinya signifikansi dari perencanaan pembelajaran guru dengan perolehan hasil belajar siswa dari proses pembelajaran biologi. Oleh karenanya perlu adanya proses evaluasi baik perencanaan maupun pelaksanaan KBM yang berlangsung di kelas tersebut.

Sebagai guru sains umumnya dan biologi pada khususnya, sudah semestinya merespon dan melakukan tindakan atas masalah klasik tersebut. Kemampuan guru saat melaksanakan proses pembelajaran adalah suatu yang mutlak dikuasai. Aktivitas (proses) belajar-mengajar yang di dalamnya ada dua aspek yaitu guru dan siswa. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung secara eduktif untuk mencapai tujuan belajar. Karena biologi merupakan mata pelajaran yang termasuk dalam rumpun ilmu pengetahuan alam atau sains.

Ilmu sains berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiry) tentang alam secara sistematis, maka pembelajaran bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan terbaru.

Berkaitan dengan hal tersebut, pembelajaran biologi menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran biologi diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya sendiri dan alam sekitar. Oleh karenanya pentingnya memilih metode, media dan strategi belajar mengajar yang tepat adalah suatu kegiatan yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembalajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selain sarana prasarana yang menunjang, keberadaan laboratorium yang memadai dan representatif.

Keberhasilan tujuan pembelajaran tidak melulu karena metodenya saja atau medianya saja maupun sarana prasarananya. Skill guru dalam mengelola kelas pun menjadi bagian penting dalam hal ini. Maka, sebagai guru profesional hendaknya perancangan proses pembelajaran dilakukan dengan setajam mungkin. Dengan melihat karakteristik siswa, jenis materinya, alokasi waktu yang ada, terlebih sarana prasarana yang tersedia maka kemudian guru akan menentukan metode atau model maupun pendekatan yang sesuai. Supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dan hasil belajar siswa pun akan optimal diperolehnya. Sehingga pembelajaran yang berlangsung merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered approach), tidak lagi pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Model pembelajaran inquiry bisa dijadikan alternatif dalam pelaksanaan KBM mata pelajaran biologi. Karena model inquiry merupakan sebuah model yang bersifat mengarahkan siswa untuk menyadari apa yang sudah didapati selama belajar. Sehingga siswa mampu berpikir kritis dan terlibat dalam kegiatan intelekual dan memproses pengalaman belajar itu menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata.

Adapun sintak model pembelajaran inquiry pada mata pelajaran biologi adalah sebagai berikut. Pertama, Tahapan penyajian masalah. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing siswa untuk mengumpulkan informasi. Keterlibatan siswa pada tahap ini adalah, (a) memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan, (b) mengungkapkan ide awal.

Kedua, Tahapan verifikasi data. Guru memberikan pertanyaan pengarah sehingga siswa mampu mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis. Keterlibatan siswa pada tahap ini yaitu (a) melakukan pengamatan terhadap masalah yang diberikan, (b) merumuskan masalah, (c) mengidentifikasi masalah, (d) membuat hipotesis, dan (e) merancang eksperimen.

Ketiga, Mengadakan eksperimen dan pengumpulan data. Pada tahap ini siswa diajak melakukan eksperimen atau mengumpulkan data dari permasalahan yang ada. Peran siswa dalam tahap ini yaitu (a) melakukan eksperimen atau pengumpulan data, dan (b) melakukan kerjasama dalam mengumpulkan data.

Keempat, Merumuskan penjelasan (analisis dan diskusi serta menyimpulkan hasil data). Kelima, Mengadakan analisis inquiry. Guru meminta kepada siswa untuk mencatat informasi yang diperoleh serta diberi kesempatan bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan informasi yang mereka peroleh sebelumnya kemudian guru memberikan latihan soal-soal jika diperlukan. Keterlibatan siswa dalam tahap ini yaitu (a) mencatat informasi yang diperoleh, (b) aktif bertanya, dan (c) mengerjakan latihan soal biologi. (*/ton)

Guru Biologi SMA N 1 Boja Kendal