33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Ida Kunjungi Tempat Lahirnya NU

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah bersilaturahmi dan meminta doa restu kepada pengasuh Ponpes Gani Tirto Asri, Tirtomoyo, Wonogiri, KH Muhsin Idris Di Ponpes inilah, struktur Nahdlatul Ulama (NU) Wonogiri terbentuk sekitar tahun 1982 silam. Saat itu, pimpinan NU Wonogiri yang pertama adalah (alm) Muhammad Idris, ayahanda KH Muhsin Idris.
Kepada Ida, Kiai Muhsin juga memberikan restu, dan mendoakan Ida agar berhasil dalam pencalonannya sebagai wakil gubernur Jateng. “Insya Allah ada jalan,” ujarnya.
Di Ponpes itu, Ida juga diminta memberikan motivasi kepada ratusan santri. Menurut Ida, meski saat ini mondok, apapun harus bisa dilakukan para santri pada masa mendatang. “Mau jadi politisi harus bisa. Jadi pengusaha juga harus bisa,” katanya.
Dia pun juga menceritakan sosok KH Wahab Chasbullah, salah satu tokoh pendiri NU. Beliau tak hanya bergerak di bidang agama, tapi juga politik, maupun pengusaha. Sebab, seorang santri juga memiliki tanggung jawab sosial. “Pulang dari mondok, jangan hanya jadi kiai. Semua punya kesempatan jadi Presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati dari santri,” tegasnya.
Di Wonogiri, Ida juga melakukan silaturahmi dan mohon doa restu kepada sejumlah pemuka agama di daerah setempat. Mereka antara lain Rois Syuriah PCNU Wonogiri dan Ketua MUI Wonogiri KH Abdul Aziez Mahfuf, pengasuh Ponpes Al Amanah, Sempon, Jatisrono KH Saefudin Arifin al Hafidz.
Adapula pengasuh Ponpes Munzala Mubarokah, KH Hasyim Muhammad Ulil Abshor, pengasuh Ponpes Sunan Gunungjati, Kismantoro, KH Sutrisno Yusuf. Ida juga sempat melakukan pertemuan dengan pengurus Fatayat, Muslimat, IPPNU Jatisrono. Dalam kesempatan ini juga berlangsung dialog, antara lain tentang pupuk, maupun madrasah. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenalkan Metode Kepelatihan Baru

SEMARANG – Pelatih atlet dituntut menguasai iptek kepelatihan yang terus berkembang. Sebab metode yang diberikan untuk melatih atlet bukan hafalan. Hal tersebut diungkapkan Dosen...

Kerjakan Ujian Sendirian

TEMANGGUNG- Pelaksanaan ujian sekolah (US) di SDLB Negeri Temanggung terbilang istimewa. Ada satu siswa, tepatnya rombongan belajar (rombel) tunanetra (A) mengerjakan siswa sendirian. Dia...

2023, Seluruh Tanah di Jateng Bersertifikat

MUNGKID—Sebanyak 5.120 warga Magelang, Senin (18/9) siang, menerima sertifikat dari pemerintah. Secara simbolis, Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 warga Magelang di...

PPSM Akhirnya Putus Kontrak Tiga Pemain

MAGELANG—Manajemen PPSM Sakti Magelang akhirnya memutuskan kontrak tiga pemain. Pemutusan kontrak karena ketiga pemain, belum mampu menampilkan performa terbaiknya. Hingga saat ini, manajemen PPSM...

Sistem Zonasi Harus Diimbangi Pemerataan Fasilitas

Sekolah-sekolah pinggiran tidak disentuh, sehingga sangat wajar ketika orang tua dan anak mengidolakan sekolah di satuan pendidikan yang baik fasilitasnya. Tukiman Taruno Pemerhati Pendidikan RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -...

Puluhan Ribu Naker Belum Terlindungi

MAGELANG—Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Magelang, B. Gunawan Wibisono mengimbau perusahaan untuk segera mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu sesuai...