27 Orang Gila ata Hilang Ingatan Masuk DPS

181
URUS HAK PILIH : Warga di Kelurahan Magelang Magelang Tengah Kota Magelang merekam data dan membuat surat keterangan pengganti KTP-el saat uji publik DPS Pilgub Jateng 2018, Selasa (27/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
URUS HAK PILIH : Warga di Kelurahan Magelang Magelang Tengah Kota Magelang merekam data dan membuat surat keterangan pengganti KTP-el saat uji publik DPS Pilgub Jateng 2018, Selasa (27/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kota Magelang meminta KPU untuk mencermati warga yang tidak waras atau gila yang masih masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018. Pasalnya, Panwaslu menilai sebanyak 27 orang warga yang tidak waras atau hilang ingatan masih tercantum dalam DPS.

“Dari catatan Panwaslu, ada 27 warga Kota Magelang yang masuk dalam kategori tidak waras, gila atau hilang ingatan. Kami sudah mengkroscek dan mendatangi serta mencatatnya. Kami juga sudah memberikan catatan serta rekomendasi kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mencoretnya,” kata Ketua Panwaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu, Selasa (27/3).

Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini menegaskan, sebelum uji publik DPS, pihaknya sudah memberikan rekomendasi dan meminta KPU agar bisa mencoret 27 warga yang gila karena telah kehilangan hak pilihnya.

Sementara, Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Perencanaan dan Data Iwandono Indarto menjelaskan, pihaknya tidak serta merta bisa mencoret 27 warga yang gila sesuai catatan Panwaslu. Nama mereka kemungkinan tetap akan tercantum dalam DPS karena proses pencoretan akan sulit. “Kami harus memastikan bahwa yang bersangkutan memang tidak waras atau hilang ingatan dengan dibuktikan keterangan dari dokter atau rumah sakit kejiwaan. Kami tidak bisa hanya berdasar pada laporan lisan semata,” tutur Iwandono.

KPU Kota Magelang pada 17 Maret lalu telah menetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 89.759 pemilih. Sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) April mendatangKPU melakukan uji publik terhadap DPS sampai 2 April mendatang. “Uji publik ini serentak dilaksanakan PPS di masing-masing TPS tiap kelurahan. Uji publik ini merupakan langkah progresif yang ditempuh KPU Jateng dalam rangka mengefektifkan tahapan masa pengumuman dan tanggapan atas DPS,” beber Iwandono.

Dalam uji publik ini, KPU menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan perekaman KTP-el langsung di tempat. Perekaman tersebut ditujukan pada pemilih yang saat dilakukan pencocokan dan penelitian diketahui belum melakukan perekaman. Tercatat ada 755 calom pemilih yang belum membuat KTP-el. (had/ton)