33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Wakil Ketua DPRD Tepergok ‘Main’ Pilgub

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menuju pesta demokrasi Pilkada 2018, sejumlah pelanggaran mulai bermunculan. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mencatat ada sembilan kasus dugaan pelanggaran kampanye Pilgub.
Temuan dugaan pelanggaran terkait kampanye Pilgub 2018 tersebut selama satu bulan, yakni 15 Februari 2018 hingga 15 Maret 2018.
“Dari sembilan kasus, sebanyak dua kasus dilimpahkan ke Bawaslu Jateng, satu di antaranya karena peserta kampanye yang diduga melanggar berasal dari luar Kota Semarang,” kata Ketua Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, kemarin.
Sedangkan satu kasus lagi peserta kampanye diketahui berasal dari luar Kota Semarang. Dia merupakan seorang anggota DPRD dengan memakai mobil dinas. Meski demikian, ia enggan membeberkan siapa pejabat tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, pejabat yang dimaksud adalah seorang Wakil Ketua DPRD dengan menggunakan mobil berpelat merah AD. Pejabat tersebut diduga melakukan pelanggaran dalam sebuah acara konsolidasi salah satu pasangan calon di Hotel Grasia pada awal Maret ini. “Saat ini sudah ditangani Bawaslu Jateng, karena lintas daerah,” katanya.
Sedangkan tujuh kasus lain yang ditangani di antaranya dugaan keterlibatan Aparat Sipil Negera (ASN), kampanye melibatkan anak-anak, dugaan kampanye di luar jadwal, dugaan Panwas dihalang-halangi dalam bertugas, dan dugaan gambar petahana tercantum dalam baliho program pemerintah.
“Semua sudah diproses dan sudah ada putusan. Pelanggaran administratif saja, karena dari sisi pidana tidak memenuhi,” katanya.
Pihaknya mengaku telah memberikan saran-saran kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Pihaknya mengimbau agar pasangan calon Gubernur Jawa Tengah dan calon wakil Gubernur Jawa Tengah serta tim pemenangannya menaati aturan Undang-Undang. “Semua masyarakat perlu berpartisipasi dan turut terlibat memberi pengawasan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta agar seluruh aparat sipil negara (ASN) di Kota Semarang tidak melanggar ketentuan terkait Pilkada. Ia optimis, pengawasan saat ini sudah maju. “Sudah tidak zamannya ASN seperti itu. Saya selalu menekankan dalam berbagai kesempatan terkait netralitas ASN,” ujarnya. (amu/sga/zal)

Berita sebelumyaTantangan Jadi EO
Berita berikutnyaPesta Demokrasi RW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Bimbingan dan Konseling lewat Medsos

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi  sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan tak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sehari – hari....

Lebih Dekat dengan Komunitas Diajeng Semarang (KDS)

Komunitas Diajeng Semarang (KDS) mengajak masyarakat untuk lebih berani mengenakan busana tradisional batik dan kebaya. Ini sebagi bentuk nguri-uri kebudayaan Jawa. Seperti apa? DIAZ AZMINATUL...

Dukun Pengganda Uang Diringkus

TEMANGGUNG - Praktik penipuan dengan dalih menggandakan uang masih saja terjadi. Agus Purwanto, 31, warga Dusun Kopen Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung yang...

Novel “Amrike Kembang Kopi,” Inspirasi Nilai Didaktif

KEGIATAN membaca dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang ‘vital’ bagi kehidupan manusia. Ada untaian kata bijak yang selalu kita ingat, bahwa ‘membaca adalah jendela dunia.’...

Pemilih Pemula Capai 41 Ribu

WONOSOBO—Jumlah pemilih pemula menjelang Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Wonosobo bertambah sekitar 41 ribu. Jumlah ini terbaca dari data agregat kependudukan Wonosobo. Data tersebut...

Perampok Antar Daerah, Ditangkap Saat Pesta Narkoba

KAJEN-Komplotan perampok antar daerah atau antar propinsi yang sedang melakukan pesta narkoba jenis sabu usai merampok di Kabupaten Pekalongan, Kamis (9/3) kemarin, digerebek oleh...