Wajib Ikuti Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Mulai 2018 semua aparatur Badan Permusyawatan Desa (BPD) di Kabupaten Semarang diminta untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dikatakan oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha usai rapat koordinasi teknis tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi aparatur pemerintah desa di Kabupaten Semarang di The Wujil Resort and Conention Ungaran, Senin (26/3).
Dikatakan Ngesti, dalam hal ini kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi anggota BPD di 208 desa tersebut mendasari Peraturan Bupati (Perbup) Semarang No 89 Tahun 2017. “Harapan kita pennyelenggara pemerintahan desa dan pelayanan masyarakat bisa bekerja optimal, karena sudah dijamin keselamatan dan resiko  kerjanya oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ngesti.
Penggunaan APBDes 2018 tersebut diantaranya untuk peningkatan kapasitas aparatur desa tidak terkecuali BPD. Selain itu, kegiatan yang mendukung pelaksanaan keterbukaan informasi publik, BUMDes, jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Peningkatakan kesejahteraaan aparatur pemerintah desa melalui keikutsertaan dalam program jamiinan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu kegiatan prioritas yang harus dianggarkan APBDes,” katanya.
Hal tersebut dikarenakan saat ini beban kerja dan tanggung jawab pemerintahan desa semakin bertambah. Tidak lain dikarenakan adanya Dana Desa (DD). Pemberian jaminan ketenagakerjaan tersebut juga dapat diperlebar kepada masyarakat di desa, seperti halnya kelompok tani.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Budi Santoso berharap BPD secepatnya mengurus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan karena sudah dianggarkan di APBDes. “Jangan sampai ketinggalan seperti tahun kemarin, ada empat desa yang perangkat desanya belum diikutkan menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.
Menurut Budi, ada dua program yang diikuti oleh anggota BPD, yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. “Kalau kepala desa, sekretaris desa dan perangkat desa ikut empat program, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Jadi mereka nantinya dapat penisun bulanan,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This