Tantangan Jadi EO

537
Dinda Joice (DOKUMEN PRIBADI)
Dinda Joice (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – TERJUN di dunia Event Organizer (EO) membuat Dinda Joice dituntut kreatif dan perfectionis. Ia harus bisa mendapatkan klien dengan konsep-konsep yang ditawarkan. Tak jarang ia harus memeras otak untuk bisa mendapatkan konsep yang cemerlang. ”Kreatif itu penting, karena kita memang harus pintar ngedealin dengan klien. Jadi, harus bisa membuat konsep semenarik mungkin,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain harus pintar membuat konsep, kemampuan negosiasi juga penting untuk dimiliki. Alumnus S2 Public Speaking UNS Solo ini menjelaskan, negosiasi dengan vendor merupakan hal yang sudah pasti ia lakukan. ”Dan  saya senang, karena dari sini saya justru memiliki teman yang banyak,” kata pemilik Din’s Procuction ini.

Terlebih ia sangat senang ketika event yang dikerjakan dapat berjalan lancar. Karena tak jarang, untuk menuju event berlangsung sukses, ia harus menghadapi hal-hal sulit. Termasuk mengendalikan temperamen saat menghadapi timnya. ”Misalnya saja ketika ada kesalahan sedikit saja pasti saya ngomel-ngomel. Karena saya memang pengin agar event berjalan lancar,” ujarnya.

Diakui, menjadi EO memiliki banyak tantangan. Salah satunya, berpikir bagaimana caranya agar hari esok bisa mendapat event lagi. Tak jarang, ia harus merangkul semua orang dari berbagai lapisan untuk bisa menyalurkan jasa merancang kegiatan yang berkesan.  ”Harus dengan semua orang. Bahkan kalau perlu harus turun ke pasar. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada yang mau bikin dangdutan pun, kita buatkan,” katanya.

Perempuan kelahiran Bandung ini memiliki prinsip, jika mau kaya, maka harus mau kerja keras. Dinda sendiri biasa kehujanan, kepanasan bahkan tidak tidur untuk meng-handle Din’s Production. ”Dari EO ini, sudah bisa buat nyicil rumah,” ucapnya sambil tersenyum. (sga/aro)