KOSONG – Nampak banyak bangku kososng di sekolah SD Negeri Manggis Kecamatan Tulis Kabupaten Batang saat dikunjungi Bupati Batang Wihaji. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOSONG – Nampak banyak bangku kososng di sekolah SD Negeri Manggis Kecamatan Tulis Kabupaten Batang saat dikunjungi Bupati Batang Wihaji. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ada yang menarik saat Bupati Batang Wihaji saat melakukan kunjungan kerja dalam kegiatan “Ngudo Roso” kemarin. Saat berkunjung ke SD Negeri Manggis, terungkap bahwa sekolah tersebut kekurangan siswa. Bahkan tahun ini, hanya akan meluluskan 11 siswa yang ikut ujian akhir tahun.

“Melihat fakta ini, terbukti tidak ada istilah kekurangan sekolah, karena murid malah kurang. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor keberhasilan program KB, tapi yang lebih penting lagi dari 11 anak yang akan ikuti USBN bisa lulus dan bisa melanjutkan sekolah,” kata Wihaji saat mengajr di salah satu kelas, pada Senin (27/3).

Dijelaskan juga, walau Desa Manggis termasuk desa terpencil, tapi menurut Wihaji penduduknya bagus-bagus, anak didiknya pintar-pintar dan berkualitas. Terbukti saat dirinya mengetes langsung mata pelajaran matematika bisa menjawab dengan baik.

“Melihat SDM yang bagus Pemkab Batang berkewajiban melayani terhadap pendidikan seperti fasilitas sekolah, buku, alat peraga sekolah, guru dan itu yang lebih penting,” jelas Wihaji.

Bahkan diungkapkan bupati, desa tersebut, dalam sejarahnya memiliki putra daerah yang menjadi seorang profesor dan alumni STPDN, hal ini menunjukan SDMnya bagus sejak lama.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Manggis Rustam menjelaskan, bahwa memang secara demografis sekolahnya hanya memiliki satu rukun warga (RW) dan 3 rukun tetabffa (RT) sehingga mempengaruhi jumlah penduduk.

“Desa Manggis memang hanya memiliki satu SD negeri yang setiap tahun jumlahnya siswanya statis, paling maksimal mendekati 80 siswa. Dibanding dengan jumlah gurunya, ada 3 guru PNS, dan 4 guru wiyata bhakti,” jelasnya.

Selajutnya, di sekolahnya memang tahun ini hanya ada 11 siswa yang mengikuti ujian sekolah berbasis nasional (USBN). Namun, yang menarik pada tahun kemarin, sekolahnya malah bisa meraih peringkat 3 terbaik di tingkat Kecamatan Tulis.

 “Kita menargetkan tahun ini kembali meluluskan 100 persen pada USBN. Namun dari 11 siswa yang akan mengikuti ujian kali ini memang agak berbeda sedikit kualitasnya dibanding tahun kemarin, namun kita akan berusaha,” ajarnya.

Untuk memenuhi target tersebut, sekolah setempat akan berupaya melakukan pembinaan lebih mendalam kepada siswa kelas 6. Dengan cara menambah jam pelajaran dengan les dan try out , dan diharapkan bisa berhasil lulus dengan baik. (han/lis)