RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan akan bertindak tegas terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar.

Selama ini masih banyak PKL yang melanggar aturan dengan berjualan di atas trotoar. Kondisi tersebut sangat merugikan para pejalan kaki, karena tidak mendapat ruang sesuai haknya. Selain itu, keberadaan PKL melanggar sangat mengganggu estetika kota.

“Situasi ini menciptakan masalah dalam pengelolaan pembangunan dan merusak morfologi dan estetika kota,” terang Wali Kota Pekalongan Saelany,  saat membuka Bimtek Penyusunan Perundang-Undangan Terkait Penataan PKL di ruang Amarta Setda, Senin (26/3).

Untuk itu, dalam rangka mewujudkan kota yang bersih, indah, tertib dan aman dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dan berwawasan lingkungan, Pemkot Pekalongan akan mentertibkan dan menata PKL di beberapa kawasan. Seperti kawasan Alun-Alun, Jetayu, Monumen Juang, dan Mataram.

Ditambahkan wali kota, bahwa tujuan penertiban dan penataan PKL adalah untuk memberikan kesempatan berusaha bagi PKL melalui penetapan lokasi sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan usaha PKL menjadi usaha ekonomi mikro yang tangguh dan mandiri serta  untuk mewujudkan kota yang bersih, indah, tertib dan aman dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dan berwawasan lingkungan.

“Sejatinya bila keberadaannya dipoles dan ditata dengan konsisten, keberadaan PKL ini justru akan menambah eksotik keindahan sebuah lokasi wisata di tengah-tengah kota,” tambah Saelany.

Kepala Satpol PP Kota Pekalonga Muadi menambahkan, konsep untuk PKL tersebut adalah penaataan dan penertiban. Oleh karena itu pihaknya melibatkan instansi terkait yaitu Dindagkop-UKM dan Dishub untuk merelokasi para PKL yang berjualan di kawasan tersebut

“Untuk relokasinya kami koordinasi dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, dan untuk pengaturan lalu lintas kami koordinasi dengan Dishub, ” terangnya.

Dari beberapa kawasan itu, menurut Muadi, Alun-Alun Kota Pekalongan yang menjadi prioritas pertama, kemudian kawasan Jetayu, Monumen Juang, dan kawasan Mataram.

“Untuk saat ini kami berikan penyuluhan atau bekal kepada anggota Satpol terkait PKL,” tandasnya. (han/zal)