BERMAIN: Para siswa SMA 2 Kendal didampingi Kepala Sekolah setempat Yuniasih bermain Ular Tangga tentang masalah remaja di halaman sekolah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERMAIN: Para siswa SMA 2 Kendal didampingi Kepala Sekolah setempat Yuniasih bermain Ular Tangga tentang masalah remaja di halaman sekolah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Para siswa SMAN 2 Kendal aplikasi Samita Arsa. Yakni aplikasi konseling yang digagas oleh para siswa di Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja. Aplikasi ini memudahkan bagi para anak-anak muda untuk konseling masalah apapun. Baik masalah pacar, reproduksi seksual, pergaulan dan sebagainya.

Aplikasi ini memang memberikan pelayanan konseling secara online. Tujuannya untuk mencegah anak-anak muda salah pergaulan. “Yakni untuk menghindari pergaulan seks bebas, pernikahan dini, narkoba, kriminalitas, tawuran atau lainnya,” Kata Ketua PIK Remaja SMAN 2 Kendal M Lukluk Atsmara Ajanaina, kemarin (26/3).

Dijelaskannya aplikasi tersebut selain sebagai konseling juga menyajikan informasi mengenai bahaya narkoba, alat reproduksi pria dan wanita. “Untuk konselor ada dari guru, ahli psikolog dan para siswa yang memang sudah dibekali. Semua pengakses aplikasi ini kami jamin kerahasiaannya,” tandasnya.

Kepala  SMAN 2 Kendal, Yuniasih mengatakan aplikasi ini menjadi salah satu andalan SMA untuk penilaian PIK Remaja se-Jateng yang dihelat oleh BKKBN Provinsi Jateng. “Saat ini kami sudah menduduki posisi tiga besar. Harapannya bisa meraih juara I se Jateng. Sehingga bisa maju ke tingkat nasional,” katanya.

Penilaian  PIK Remaja akan bersaing untuk mendapatkan gelar Juara I bersaing dengan SMA 1 Magelang dan  Universites  Sebelas Maret Sukarta. “Jadi selama ini banyak siswa yang malu konsultasi ke PIK Remaja. Mereka tidak percaya. Dengan adanya web dan aplikasi ini, para siswa tidak perlu datang ke kantor PIK,” tuturnya.

Kelebihannya lagi, dengan aplikasi ini para siswa bisa melakukan konsultasi tentang apapun dimana dan kapanpun. “Ide ini justru dari siswa, tapi dalam pelaksanaannya tetap dampingi oleh  pihak  guru sehingga terkontrol. Jadi tidak ada penyalahgunaan web maupun aplikasi,” tandasnya.

Sementara  sekda  kendal  mohamad toha mengapresisi kelompolk PIK Remaja  SMA 2 Kendal. Menurutnya PIK ini bisa menjadi wadah dan solusi bagi para siswa untuk mengatasi permasalahan remaja.

“Sehingga bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan remaja yang sehat,  berprestasi, berbudaya dan berbudi pekerti. Sehingga mereka akan terhindar dari kegiatan-kegiatan yang bersifat negatif. Termasuk menyadarkan mengenai kesehatan reproduksi remaja,” katanya.

Selain aplikasi juga ada permainan ular tangga yang dikemas dengan pertanyaan permasalahan remaja yang harus dipecahkan. Dengan permainan itu para siswa mendapatkan pengetahuan tentang permasalahan remaja. (bud/bas)