Curi Motor di Semarang, Dijual ke Karimunjawa

Penadah Motor Seorang PNS

916
SINDIKAT CURANMOR: Seorang tersangka pencurian sepeda motor dan enam  penadahnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIKAT CURANMOR: Seorang tersangka pencurian sepeda motor dan enam  penadahnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebanyak tujuh anggota sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) lintas daerah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 unit sepeda motor, yang sebagian besar disita dari para penadah di Kepulauan Karimunjawa, Jepara.

Tujuh tersangka tersebut, satu di antaranya adalah eksekutor, yakni Saiful Anam, alias SFL, 23, warga Sumberrejo, Mranggen, Demak. Tersangka dibekuk di rumahnya, Jumat (23/3) siang lalu. Tersangka lainnya, Karnawi, 48, warga Ungaran, Kabupaten Semarang yang tinggal di Desa Kemujan RT 05 RW 02 Karimunjawa, Jepara. Dalam sindikat ini, pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini berperan sebagai penadah motor curian dari tersangka Saiful Anam, yang dijual di Karimunjawa.

Lima tersangka lainnya, yakni Daniel, 32, warga Tembalang; Moch, 35, warga Mranggen, Demak; Arif, 40, warga Semarang Selatan; Hari, 41, warga Semarang Barat, dan JRM, 40, warga Desa Sumur, Kecamatan Cuwak, Pati. Lima tersangka juga penadah motor curian dari Saiful, yang kemudian dijual lagi ke  Pati, Kudus, Grobogan, Demak, dan Kendal.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/3), menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, Saiful Anam  menggunakan kunci leter T.  Sasaran utama di wilayah Kecamatan Tembalang yang banyak bertebaran kos mahasiswa dan rumah makan. Ia menjalankan aksi kejahatan sejak Agustus 2017 hingga Februari 2018.

“Tujuh bulan beraksi dengan sasaran sepeda motor yang dipaekir di depan rumah makan, teras rumah atau di pinggir jalan,” bebernya.

Selain menangkap ketujuh tersangka, pihaknya mengamankan 40 unit sepeda motor. Barang bukti tersebut diamankan di Demak, Jepara, Kudus, Pati, termasuk di Karimunjawa. “40 motor itu sudah dijual ke panadah. Harga jualnya mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta per unit,” jelasnya.

Sebelum tertangkap, tersangka Saiful sempat beraksi di Perumahan Klipang, Sendangmulyo, Tembalang pada Jumat (2/2) sekitar pukul 19.00. Saat ini, polisi masih memburu Pak Pri, 28, warga Mranggen, Demak, dan Bothok, 32, warga Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Pati, yang diduga anggota sindikat pencurian motor ini.

Tersangka Saiful mengaku, sebelum melakukan pencurian, dia keliling naik motor bersama rekannya pada malam hari. Setelah mendapatkan sasaran, langsung dieksekusi menggunakan kunci leter T alias kunci palsu.

“Seminggu 2 kali (mencuri) pakai kunci T. Kemudian saya tawarkan kepada bapak ini (Karnawi),” katanya.

Tersangka Karnawi mengaku, sudah mengenal Saiful kurang lebih satu tahun lalu, dan membeli hasi curiannya kurang lebih 14 sepeda motor dalam kurun waktu tiga bulan. Ia juga mengakui sering mendapat tawaran motor hasil curian dari Saiful, yang kemudian dijual ke Karimunjawa dengan keuntungan Rp 300 sampai Rp 500 ribu per unit.  (mha/aro)