RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 24 santri dari 15 pondok pesantren (ponpes) yang ada di Jateng mengikuti program pelatihan, pendampingan dan magang calon mekanik sepeda motor Honda. Kegiatan diselenggarakan Main Dealer Astra Motor Jateng bekerjasama dengan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) dan Yayasan Dana Bhakti Astra (YDBA) selama 3 bulan.

Ketua YAHM, Ahmad Muhibuddin mengatakan program ini diinisiasi oleh yayasan untuk memberikan sesuatu bagi para santri di pesantren. Yakni dengan membekali life skill kepada mereka yang masih dalam usia pelajar, tidak melulu melalui sekolah formal namun juga ke lembaga informal seperti pesantren. “Dari pelatihan tersebut terpilih 3 santri yang mendapat nilai paling baik yang didapatkan dari ujian, hasil evaluasi magang, hasil supervisi magang serta nilai yang diberikan oleh AHASS tempat mereka magang,” katanya usai closing Program Pelatihan, Pendampingan, dan Magang Calon Mekanik Sepeda Motor Honda, belum lama ini.

Masing-masing juara mendapatkan penghargaan dari Astra Motor Jateng serta mendapatkan tool kit box yang dapat digunakan oleh para santri untuk mempraktikkan ilmu yang didapatkan selama program berlangsung di pesantren masing-masing. “Saat kembali ke masyarakat, kami harap mereka bisa mempraktikkan kembali apa yang sudah dipelajari selama pelatihan,” tambahnya.

Finance & Administration Region Head Astra Motor Jateng, Christian Surjadi menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan dalam pilar pendidikan. Pada kegiatan ini, ke-24 santri harus melalui 10 hari observasi untuk mengenal alur kerja di AHASS. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan di Astra Motor Training Center (AMTC) selama satu minggu dan 2 bulan magang di 23 AHASS yang ada di eks-Karesidenan Semarang. “Dalam menjalani program magang, para santri juga diuji kemampuan dan kompetensinya melalui program evaluasi dan supervisi,” ujarnya. (den/ric)