Sirkuit Mijen-BSB Segera Digunakan

2096
SIRKUIT MIJEN : Proyek sirkuit Mijen tahap I yang sudah mencapai 98 persen. Di tahap II, pemkot menganggarkan dana Rp 20 miliar. (ISTIMEWA)
SIRKUIT MIJEN : Proyek sirkuit Mijen tahap I yang sudah mencapai 98 persen. Di tahap II, pemkot menganggarkan dana Rp 20 miliar. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Saat ini ada dua lokasi pembangunan sirkuit terpisah. Pertama adalah proyek pembangunan sirkuit di lahan seluas 5,1 hektare di Mijen, Kota Semarang. Kedua, pembangunan sirkuit motor cross di lahan 20 hektare kawasan Bukit Semarang Baru (BSB).

Pembuatan sirkuit di BSB tersebut untuk perhelatan event Motocross Grand Prix (MXGP) 2018 di Kota Semarang. “Pembuatan sirkuit untuk event MXGP 2018 sudah dimulai sejak dua minggu lalu, saat ini proses cut and fill` (gali dan uruk),” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.

Jadi, berbeda dengan Sirkuit Mijen. Sirkuit Mijen dibangun dengan lintasan aspal. Jadi tidak ada keterkaitannya dengan event MXGP yang akan diselenggarakan di Kota Semarang. Kalau MXGP adalah event motor cross. Lintasannya berupa tanah.

Tahap satu pembangunan Sirukuit Mijen telah selesai 100 persen. Pembangunan tahap dua yang akan dikerjakan tahun ini meliputi pembangunan tribun dan pintu gerbang, sekaligus pembenahan paddock. “Saat ini sedang proses lelang. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa diselesaikan,” katanya.

Sirkuit Mijen dibangun oleh Pemkot Semarang. Sedangkan Sirkuit MXGP dibangun oleh sponsor. “Pembuatan lintasan untuk event motocross itu dilakukan panitia dengan supervisi dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Ditargetkan, lintasan untuk MXGP rampung pada Mei. Pada Juni 2018 sudah bisa dipakai latihan oleh para pebalap luar negeri yang mengikuti event itu,” katanya.

Sementara pembangunan Sirkuit Mijen tahap dua ditargetkan selesai November-Desember mendatang. “Tahun depan kami pastikan sudah sempurna bisa digunakan. Ini aja, sirkuit Mijen (belum jadi) udah mau dipinjem IMI Jateng untuk kejuarnas road race pada Mei mendatang. Saya bilang, ini masih sederhana dan acak-acakan. Dia bilang ‘ndak papa pak, yang penting lintasannya bisa dipakai’. Udah kami berikan persetujuan, ACC, nanti Mei mereka memeriahkan HUT Kota Semarang yang ke-471,” katanya.

Sirkuit ini digadang-gadang akan menjadi lintasan balap panoramik dengan pemandangan cantik kawasan pegunungan. Sebab, kawasan tersebut merupakan daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon hijau. Selain itu, sirkuit ini memiliki view keindahan Gunung Ungaran dari kejauhan.

“Evaluasinya tadi ada tikungan yang kami pikir cukup berbahaya, karena ujungnya adalah tebing yang curam. Saya minta pihak pengawas dan dinas untuk dipasang tanggul pengaman,” kata dia. (amu/zal)