Perajin Ingin Ida Populerkan Sarung Goyor

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Perajin sarung goyor di Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang berkesempatan berdialog dengan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah, Sabtu (24/3). Mereka bercerita sejumlah kesulitan yang dialami para pengrajin. Mulai dari mahalnya benang sebagai bahan baku, hingga akses penjualan yang selama ini ditangani pengepul.
“Harga benang ini mahal karena memang impor. Ada yang murah dan tidak harus impor, tapi jadinya nanti kain kasar,” ujar salah satu perajin sarung goyor, Khairon.
Meski harga benang mahal, kata dia, perajin tidak bisa menaikkan harga jual produksi sarung goyor. Karena yang mengambil produk adalah pengepul. Dari pengepul, lalu bisa ekspor ke sejumlah negara seperti Afrika dan Brunei.
Perajin lain Nur Jamil mengatakan, kain sarung goyor ini juga bisa dibuat pakaian. “Istilahnya bisa buat baju lurik Pemalang. Kita berharap lurik Pemalang ini terangkat sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat,” imbuhnya.
Dia juga berharap, sarung goyor ikut dipopulerkan Ida. “Kalau Kota Pekalongan disebut Kota Batik, kita juga ingin sarung goyor populer,” jelasnya.
Ida Fauziyah mengatakan, keberadaan perajin sarung ini merupakan salah satu potensi. Apalagi masyarakat satu kampung sama-sama memproduksi. “Ini jelas sudah mengurangi angka pengangguran. Tinggal kita bidik dan dongkrak saja, agar keberadaannya semakin maksimal dan memberi nilai lebih,” katanya.
Menurut Ida, langkah paling mudah saat ini adalah membentuk koperasi. Sehingga semua perajin benar-benar bisa disatukan.  Sebelum ke Pemalang, Ida sempat singgah di pabrik pengolahan kayu di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Hasil produksi usaha itu diekspor ke Tiongkok. Ida pun memuji pemilik usaha yang mempekerjakan ratusan orang tersebut. “Masih muda (pemilik), sudah berwirausaha, dan banyak menyerap tenaga kerja,” tandasnya. (fth/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -