33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Hujan, Pawai Ogoh-Ogoh Tetap Meriah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh berlangsung meriah, Minggu (25/3). Meski sempat diguyur hujan, pawai tetap disambut antusias warga Semarang dan sekitarnya.
Pawai yang digelar di sepanjang Jalan Pemuda, mulai Titik 0 Km di depan Kantor Pos Johar menuju Balai Kota Semarang, diikuti 24 kelompok dari berbagai unsur agama, kelompok penganut kepercayaan, dan sejumlah komunitas. Totalnya ada sekitar 800 orang mengikuti pawai dengan menampilkan berbagai macam kebudayaan. Diarak pula ogoh-ogoh Cluluk, Rahwana dan Wishnu yang melambangkan sifat baik dan buruk dalam kehidupan. Bahkan, beberapa kali, ogoh-ogoh tersebut ditabrakkan layaknya sedang dalam pertarungan.
Pawai berakhir di halaman Balai Kota Semarang ditutup epik drama sendratari berjudul Rahwana Galau yang dibawakan oleh sanggar tari Saraswati
Koordinator event, I Kade Winaya Aluen, mengatakan, karnaval tersebut untuk membuktikan bahwa Semarang merupakan kota yang merangkul seluruh elemen masyarakat. ”Di dalam event ini yang ingin disampaikan adalah bahwa perbedaan itu sesuatu yang sangat indah. Selain itu, juga untuk menggairahkan kreativitas berkesenian dan berbudaya di Kota Semarang,” ujarnya.
Ia menegaskan, pawai ogoh-ogoh ini tidak ada kaitannya dengan ritual seperti yang ada di Bali. Karena itu, ogoh-ogoh tidak dibakar. Penekanannya ini sebagai pawai seni budaya lintas agama. ”Persiapannya, untuk yang ogoh-ogoh kurang lebih satu bulan, karena mendatangkan langsung dari Bali,” jelasnya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sangat mengapresiasi animo masyarakat yang terlibat dalam karnaval dan pawai ogoh-ogoh tersebut. Menurut Hendi, ini merupakan perlambang kolaborasi berbagai kebudayaan yang ada di Kota Semarang untuk tetap menjadi sebuah simbol harmoni.
“Harmoni ini harus tetap dijaga dan dirawat dengan baik untuk membawa Kota Semarang tetap dalam keadaan damai, aman, nyaman, dan tentram. Kita harus saling menghormati dalam setiap aktivitas dan kehidupan bermasyarakat,” ujar Hendi.
Erlinda, salah satu penonton mengaku senang dengan adanya event tahunan ini. Ia menilai karnaval dan pawai ini menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat Semarang.  ”Bisa kenal berbagai budaya juga. Dan ini mengingatkan kita bahwa toleransi beragama itu wajib,” katanya. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Misi Jinakkan Juara Bertahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Laga berat akan kembali dilakoni tim PSIS Semarang di matchday ketiga ajang Liga 1 2018. Tim berjuluk Mahesa Jenar akan bertemu...

Jangan Hanya Menggunakan Jalur Tol

SEMARANG – DPRD mengimbau agar pemudik Jateng tidak hanya terfokus untuk melintas di jalur tol. Sebab, infrastruktur Jateng sudah bagus dan lebar baik jalur...

Desak Polisi Tangani Kasus Perselingkungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tak kunjung melihat perubahan pada istri sahnya, warga Semarang Selatan, Agus kembali mendesak Polrestabes Semarang, untuk segera mengusut dugaan kasus asusila...

Arab, Jawa, Tionghoa Kumpul di Tekodeko

TEKODEKO memiliki andalan kopi yang dinamai Kopi Akulturasi Semarang. Ada alasan dibalik penamaan tersebut. Dikatakan Rony, dirinya ingin menghadirkan ragam etnis dan budaya yang...

Belum Diaspal, Underpass Jatingaleh Dibuka

SEMARANG-Proyek underpass Jatingaleh khususnya di jalur fly over (FO) mulai dibuka untuk tahap ujicoba, Senin (19/6) malam hingga H+10 Lebaran mendatang. Tujuannya, untuk menguraikan...

Pelayanan Dokumen Kependudukan Sehari Jadi

SEMARANG - Dalam satu minggu ini mulai Senin (20/3) sampai dengan Minggu (26/3) Pemkot Semarang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan pelayanan...