WASPADA : Pengendara motor melintas di jalan yang bersisian dengan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang meluap. Pengerukan yang dilakukan membuat air sungai yang meluap bercampur lumpur. (M hariyanto/jawa pos radar semarang)
WASPADA : Pengendara motor melintas di jalan yang bersisian dengan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang meluap. Pengerukan yang dilakukan membuat air sungai yang meluap bercampur lumpur. (M hariyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagian wilayah Kelurahan Sawah Besar, terutama di pinggir Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) kembali tergenang setelah diterjang luapan air. Luapan air Sungai BKT ini lebih parah karena bercampur lumpur dari pengerukan.

Peristiwa meluapnya air Sungai BKT ini terjadi Minggu (25/3) sekitar pukul 14.00. Selang beberapa jam kemudian, luapan air lebih deras terjadi sekitar pukul 15.00. Air tersebut langsung mengalir deras melewati Jalan Raya Sawah Besar, kemudian masuk ke pemukiman warga.

“Puncaknya jam 3 sore. Airnya deras masuk ke rumah. Sekarang kan sudah tidak ada bangunan-bangunan PKL, kalau dulu saat masih ada ya tidak deras, karena tertahan dulu oleh bangunan PKL,” ungkap Ketua RT 6 RW 4 Kelurahan Sawah Besar, Agus.

Menurutnya, luapan sungai ini terjadi karena daerah hulu mengalami hujan deras dan air yang mengalir ke hulu atau melintasi Sawah Besar tidak lancar. Sebab, sungai di kawasan tersebut mengalami sedimentasi dan sempit. “Apalagi sekarang ini airnya bercampur lumpur, itu kan baru dikeruk pinggir-pinggirnya,” katanya.

Rumah yang tergenang di lokasi RT 6 RW 3 Kelurahan Sawah Besar mencapai puluhan bangunan. Ketinggian air juga bervariasi, kisaran 40 sampai 60 sentimeter. Hanya saja, sekarang ini berbeda dengan sebelumnya, genangan air lebih cepat surut.

Agus mengakui, warga sekitar sudah tidak heran lagi dengan kejadian ini, karena hal tersebut sering terjadi. Terlebih saat di daerah atas atau hulu diguyur hujan deras sampai 2 jam. Sudah dapat dipastikan sungai BKT akan meluap.

Mariem, tetangga Agus mengaku resah dengan kejadian ini. Sebab, luapan air sungai BKT sangat mengganggu aktifitas. Tidak sedikit, barang elektronik maupun perkakas di rumahnya rusak akibat kejadian ini. “Kalau kejadiannya tengah malam kan nggak sempat memindahkan barang-barang. Kalau tadi, (Minggu) kejadian siang, begitu tahu langsung dipindahkan ke tempat yang tinggi,” terangnya.

Sementara, Lurah Sawah Besar, Usman menjelaskan, genangan ditempat tersebut cepat surut. Banjir lumpur terjadi sebagai imbas pengerukan. Usman menambahkan, pengerukan tersebut sudah menjadi bagian dari program pemerintah untuk melakukan normalisasi BKT. “Itu kan sudah program, kalau wilayah bagian timur sungai, Kaligawe, Sawah Besar cenderung sudah clear. Kalau yang seberangnya belum selesai, ada Mlaltiharjo, Bugangan, Karangtempel. Kalau yang sudah selesai kan baru Rejosari,” imbuhnya. (mha/ric)