Bisyaroh Guru TPQ Naik Dua Kali Lipat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menaikkan bisyaroh (uang tanda terimakasih) guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin) dan modin. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah karena para guru ngaji ini dinilai berperan penting dalam pembangunan akhlak manusia. Selain kepada guru TPQ, dan Madin, pemkot juga menaikkan bisyaroh untuk perawat jenazah.
”Guru TPQ dan Madin mendapat Rp 600 ribu per tiga bulan. Kemudian untuk perawat jenazah mendapat Rp 1.050.000  per tiga bulannya,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya, jumlah ini telah naik dua kali lipat dari yang sebelumnya.
Menurut Hendi, sapaan akrabnya, masih ada kemungkinan menaikkan bisyaroh tahun depan.
”Dukungan ini sangat penting. Selain itu dukungan dapat dilakukan dengan menggelar pertemuan rutin untuk terus menjaga kekompakan,” jelasnya dalam acara Peringatan Isra’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1439 H dan Pembinaan Tenaga Pendidik Keagamaan Non Formal Kota Semarang di Rumah Dinas Walikota Semarang, Manyaran, Minggu (25/3)
Kepala TPQ Miftahul Huda Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Abdul Qodir menyambut baik perhatian pemkot kepada para guru agama non formal. Perhatian pemkot dinilai sangat memikirkan kepentingan para guru ngaji untuk kelangsungan TPQ dan madrasah yang ada di Kota Semarang.
”Kesulitan selama ini adalah untuk gedung, sarana dan prasarana. Sehingga kenaikan bisyaroh ini diharapkan bisa mendukung operasional TPQ,” jelasnya.
Senada dengan guru TPQ Tlogosari Wetan, Nurhayadi berharap kerjasama antara pemerintah dengan TPQ, Madin dan pesantren diharapkan tetap terus terjalin. Sehingga secara bersama-sama dapat bersinergi dengan pemerintah setempat untuk  melakukan pembangunan manusia di Kota Semarang menjadi lebih baik lagi. ”Semoga terus terjalin kerjasamanya. Karena kerjasama itu sangatlah penting,” tegasnya. (sga/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -