RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menaikkan bisyaroh (uang tanda terimakasih) guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin) dan modin. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah karena para guru ngaji ini dinilai berperan penting dalam pembangunan akhlak manusia. Selain kepada guru TPQ, dan Madin, pemkot juga menaikkan bisyaroh untuk perawat jenazah.

”Guru TPQ dan Madin mendapat Rp 600 ribu per tiga bulan. Kemudian untuk perawat jenazah mendapat Rp 1.050.000  per tiga bulannya,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya, jumlah ini telah naik dua kali lipat dari yang sebelumnya.

Menurut Hendi, sapaan akrabnya, masih ada kemungkinan menaikkan bisyaroh tahun depan.

”Dukungan ini sangat penting. Selain itu dukungan dapat dilakukan dengan menggelar pertemuan rutin untuk terus menjaga kekompakan,” jelasnya dalam acara Peringatan Isra’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1439 H dan Pembinaan Tenaga Pendidik Keagamaan Non Formal Kota Semarang di Rumah Dinas Walikota Semarang, Manyaran, Minggu (25/3)

Kepala TPQ Miftahul Huda Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Abdul Qodir menyambut baik perhatian pemkot kepada para guru agama non formal. Perhatian pemkot dinilai sangat memikirkan kepentingan para guru ngaji untuk kelangsungan TPQ dan madrasah yang ada di Kota Semarang.

”Kesulitan selama ini adalah untuk gedung, sarana dan prasarana. Sehingga kenaikan bisyaroh ini diharapkan bisa mendukung operasional TPQ,” jelasnya.

Senada dengan guru TPQ Tlogosari Wetan, Nurhayadi berharap kerjasama antara pemerintah dengan TPQ, Madin dan pesantren diharapkan tetap terus terjalin. Sehingga secara bersama-sama dapat bersinergi dengan pemerintah setempat untuk  melakukan pembangunan manusia di Kota Semarang menjadi lebih baik lagi. ”Semoga terus terjalin kerjasamanya. Karena kerjasama itu sangatlah penting,” tegasnya. (sga/zal)