Bantu Pelayanan Medis Ponpes di Bawang

264
BERBAGI : Program Pelayanan Medis dari Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN) diserahkan Arvi Oktaviendra kiri kepada Kiai Masturi Ahmad (ketiga dari kanan), Sabtu (24/3) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI : Program Pelayanan Medis dari Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN) diserahkan Arvi Oktaviendra kiri kepada Kiai Masturi Ahmad (ketiga dari kanan), Sabtu (24/3) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ratusan santri bergantian mendapatkan pemeriksaan kesehatan maupun konsultasi dengan tenaga medis secara gratis dalam Program Pelayanan Medis dari Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN), di Aula Aswaja Centre, SMK Ma’arif NU, Sabtu (24/3). Ratusan santri tersebut berasal dari beberapa pondok pesantren di wilayah Bawang, antara lain dari Ponpes Darussalam, Ponpes Asasul Huda, Ponpes Al Khafifiyah, Ponpes Nurul Falah, Ponpes Hayatussyafi’iyah.

Pimpinan Ponpes Darussalam, Kiai Masturi Ahmad menyampaikan bahwa program ini sangat membantu karena dilaksanakan dekat lokasi pondok dan mampu melayani seluruh santri, maupun masyarakat sekitarnya. “Kehidupan di pondok harus tertib dalam segala hal, termasuk kebersihan. Menjauhkan penyakit dimulai dengan menjaga kebersihan diri sendiri,” paparnya usai membuka kegiatan.

Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra, mengatakan, pelayanan medis merupakan salah satu bagian aktivitas Bakti Sosial yang rutin diselenggarakan. Tahun ini, program utamanya Pelayanan Medis Masyarakat Jawa Tengah. Salah satu tujuannya di lingkungan pesantren. “Kami membantu masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan medis secara mudah dan terjangkau oleh semua masyarakat,” ungkapnya.

Koordinator YBIN, dr Mada Gautama menjelaskan bahwa rendahnya tingkat kesadaran kesehatan dan kebersihan di kalangan santri, bisa menjadikan mereka rawan terkena penyakit. ”Seringkali kami menerima keluhan dari para santri tentang penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan penyakit mata. Salah satu penyebabnya kurang menjaga kebersihan diri sendiri. Kami berharap, mulai saat ini kesadaran mereka leboh meningkat. Dimulai diri sendiri, lalu lingkungannya,” jelasnya. (fiq/ida)