Tutor Sebaya dan Up Date Status sebagai Scaffold Belajar IPS

179
Oleh: Puji Sri Winarni,S.Pd.M.Pd
Oleh: Puji Sri Winarni,S.Pd.M.Pd

RADARSEMARANG.COM – KEBIASAAN up date status adalah kondisi zaman now yang penuh dengan keinginan untuk beraktualisasi, sehingga dapat dimanfaatkan bagi guru mapel IPS sebagai salah satu cara untuk menarik minat siswa. Hal ini disebabkan aktualisasi diri menjadi salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Kebutuhan aktualisasi diri pada seseorang bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan khususnya bagi guru di sekolah sebagai suatu teknik untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar.

Pengalaman penulis dalam menerapkan keaktifan siswa melalui kegiatan up date status sangat memberi dampak positif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa secara verbal dan meningkatkan ingatan siswa akan pengetahuan yang diperolehnya, dan secara tidak langsung memupuk rasa percaya diri serta keberanian siswa mengungkapkan pendapat.

Teknik up date status dimulai dengan menggunakan sistem bantuan yang dikenal dengan istilah scaffolding. Scaffolding merupakan salah satu teori dari Vygotsky, yaitu suatu istilah pada proses yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui Zone of proximal development-nya.

Menurut teori Vygotsky, Zone of proximal development merupakan celah antara actual development dan potensial development, di mana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerja sama dengan teman sebaya.

Vigotsky sebagai pencetus istilah scaffolding dalam kegiatan pembelajaran menjelaskan bahwa  pembelajaran yang menerapkan scaffolding adalah guru memberikan sejumlah besar dukungan kepada anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada anak itu untuk mengambil tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu melakukannya sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri

Peer Tutoring atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah tutor sebaya, beberapa  ahli seperti Edward L. Dejnozken dan David E. Kopel (American Education Encyclopedia)menjelaskan pengertian tutor sebaya adalah sebuah langkah/prosedur siswa mengajar siswa lainnya. Ada tiga tipe peer tutoring. Tipe pertama adalah pengajar dan pembelajar dari usia yang sama, tipe kedua adalah pengajar yang lebih tua usianya dari pembelajar, dan tipe ketiga kadang  dimunculkan pertukaran usia pengajar.  Dalam rangka meningkatkan keaktifan siswa di kelas, maka tipe pertama yang bisa dilaksanakan guru di kelasnya. Artinya, siswa dalam satu kelas mejadi tutor bagi temannya (tutor sebaya).

Teknik pembelajaran dengan up date status melalui sistem tutor sebaya dilakukan atas dasar bahwa di kelas terdapat perbedaan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan siswa. Dengan teknik tutor sebaya beberapa siswa lebih mudah bertanya, lebih terbuka dengan teman sendiri dibandingkan dengan gurunya. Hal tersebut dimungkinkan karena di antara siswa telah terbentuk bahasa mereka sendiri, tingkah laku, dan juga  pertanyaan perasaan yang dapat diterima oleh semua siswa.

Kelebihan pembelajaran dengan tutor sebaya dapat meminimalisasi kesenjangan yang terjadi antara siswa yang prestasinya rendah dengan siswa yang prestasinya lebih tinggi dalam suatu kelas. Selanjutnya siswa termotivasi dalam menyelesaikan tugas, dan motivasi itu diharapkan tumbuh dari terciptanya hubungan yang saling menentukan dan membutuhkan antara guru, siswa yang prestasinya tergolong tinggi dan siswa yang prestasinya rendah.

Pada langkah pembelajaran, up date status diterapkan, di mana siswa diberi kebebasan untuk maju di depan mempresentasikan hasil pekerjaannya. Pada kegiatan tersebut akan tampak siswa yang agresif, yang percaya diri, yang pemberani akan termotivasi maju untuk presentasi. Siswa merasa dirinya mendapat penghargaan untuk mengungkapkan pendapatnya, potensinya dan pikirannya. Siswa akan merasa bangga dan termotivasi untuk mengerjakan tugasnya dengan baik, sehingga menjadikan pembelaran IPS lebih menarik dan menyenangkan.

Kelebihan pembelajaran dengan teknik up date status adalah (1) siswa dihargai sebagai pribadi yang memiliki kemampuan, (2) siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapat dan kemampuannya; (3) semua siswa akan mendapatkan penilaian yang autentik; (4) pembelajaran lebih bervariasi dan kreatif; (5) siswa terpacu untuk selalu belajar di rumah (mempersiapkan diri dengan materi yang akan dipelajari); (6) melatih siswa untuk bekerja sama dengan temannya (berinteraksi sosial yang baik); (7) melatih siswa peduli dengan orang lain yang membutuhkan bantuan. (tj3/aro)

Guru SMP Negeri 28 Semarang