RESMIKAN POSKO: Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto pada persemian posko pemenangan Ganjar-Yasin, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMIKAN POSKO: Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto pada persemian posko pemenangan Ganjar-Yasin, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah melakukan survei internal pada 12-15 Maret kemarin. Hasilnya, tingkat popularitas dan elektabilitias paslon Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen sangat memuaskan. Untuk tingkat popularitas, paslon nomor satu tembus 88,8 persen. Sementara elektabilitasnya 62,3 persen.

Hal itu dibeberkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul di sela-sela peresmian Posko Bersama Ganjar-Yasin, Jalan Dr Cipto Semarang, Sabtu (24/3). Menurutnya, hasil survei itu bisa membawa petahana kembali memenangkan bursa Pilgub Jateng 2018.

“Dari survei itu, angka popularitas paslon sebelah hanya 22,4 persen saja. Kalau gerakan mereka masih seperti ini, begitu-begitu saja, ya tidak akan bisa menang. Periode Oktober-Maret saja, popularitasnya hanya 20 persen. Dalam tiga bulan ke depan, tidak akan bisa mengejar Ganjar,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya tidak akan berleha-leha. Pacul mengaku justru meningkatkan kewaspadaan. Sebab, dia yakin, pasangan Sudirman Said (SS)-Ida Fauziah punya banyak jaringan untuk menumbangkan dominasi petahana.

“Lihat saja track record SS. Dia lulusan STAIN. Kerja pertama di swasta. Terus jadi Menteri ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral). Sebelumnya sempat di Pindad (perusahaan senjata api pelat merah) dan BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi). Itu ilmunya beda semua. Pasti ada network yang kuat di belakangnya. Termasuk Anis dan Sandiaga (Gubernur dan Wakil Gubernur DKI). Atas dasar itu, kami was was dan meningkatkan kewaspadaan,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku telah melakukan evaluasi terkait pergerakannya bersama Gus Yasin sepanjang masa kampanye selama ini. Dari pantauannya, ada pihak-pihak yang sengaja menumbar ilmu untuk menghancurkan namanya.”Banyak isu yang digulirkan untuk menurunkan skor. Tapi kami tetap akan bergerak. Harus gas pol rem blong. Jalan terus,” tegasnya. (amh/bas)