33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Peredaran Narkoba Rambah Anak-Anak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peredaran narkoba semakin memprihatinkan. Sasaran para bandar untuk meraup keuntungan sudah tidak pandang bulu. Tak hanya kalangan dewasa, tapi juga anak-anak. Terbukti, berdasarkan pengungkapan kasus narkoba oleh Satresnarkona Polrestabes Semarang, mendapati adanya anak di bawah umur yang terlibat sebagai pengedar narkoba.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi mengatakan bahwa Januari-Maret 2018 telah menangkap 76 tersangka kasus narkotika dan obat terlarang. “Dari 76 orang tersangka, memang mayoritas kalangan dewasa, tapi ada satu di antaranya masih di bawah umur,” ungkapnya, kemarin.
Terkait anak di bawah umur tersebut, Hanafi menegaskan akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku yang mengacu undang-undang 11 tahun 2012, terkait sistem peradilan anak. “Penanganan anak harusnya mengacu ke undang undang peradilan anak. Tapi kasusnya ini, sebagai pengedar,” tegasnya.
Hanafi menjelaskan pengungkapan peredaran narkoba terus mengalami peningkatan tiap bulannya di tahun 2018 ini. Januari mengungkap 20 kasus, Pebruari 18 kasus dan hingga pertengahan Maret sudah mencapai 20 kasus. “Wilayah yang paling rawan di Semarang bagian Utara, Tengah dan Barat. Namun selama ini, menangkap pelaku di tempat kos,” bebernya.
Hanafi membeberkan, jenis narkoba yang mendominasi saat ini adalah sabu. Namun peredaran narkobanya telah meluas. Kalau sebelumnya, sasaran mulai dari pengguna hingga pengedar kebanyakan kalangan menengah ke atas. Sekarang menyasar menengah ke bawah.
“Sekarang ada paket kecil, Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Bandar-bandar ini mencari mangsa dari kalangan yang terhimpit ekonomi. Mereka memanfaatkan ekonomi lemah yang membutuhkan pemasukan ditawari sebagai pengedar,” bebernya.
Sedangkan tahun 2016, pengungkapan narkoba sebanyak 175 kasus dari target 89 kasus. Tahun 2017 meningkat menjadi 198 kasus, dari total target 90 kasus. “Target tahun ini mengungkap 94 kasus, namun sudah sebentar lagi terpenuhi. Kami tetap meneruskan pengungkapan sampai akhir tahun,” ujarnya.
Hanafi mengakui, peredaran jaringan narkoba sebagian besar melibatkan narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Modusnya pengedar menggunakan handphone berkomunikasi dengan orang luar untuk mengantarkan pesanan ataupun mengedarkan. “80 persen jaringan narkoba melibatkan narapidana. Cuma kalau kita cek susah, karena mereka menggunakan nama samaran,” bebernya.
Sejauh ini, pihaknya mengakui belum mendeteksi adanya narkoba jenis baru. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya pendeteksian hingga pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Semarang. “Kami akan terus melakukan penyuluhan dan penindakan,” imbuhnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Saka Mulai Pengeboran Dua Sumur Eksplorasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-PT Saka Energi Indonesia (SAKA), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menepati janjinya....

Puluhan Ekor Hewan Kurban Belum Cukup Umur

SEMARANG- Sebanyak 14 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dijual pedagang di Jalan Jolotundo dan Jalan Gajah Semarang, tidak layak untuk dijadikan sebagai...

Tak Ajukan Perdamaian, Verifikasi Simoplas Alot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pencocokan utang atau verifikasi PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) dengan para kreditur dalam perkara kepailitan, berlangsung alot, meski tetap kondusif. Pasalnya, perusahaan plastik...

Belum Berizin, Kampoeng Rawa Disegel  

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penutupan Kampoeng Rawa, di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berlangsung alot, Senin (16/4). Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, mediasi...

Senam Sehat BUMD dan Bersih Kota

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ada yang menarik dalam kegiatan senam sehat dan bersih-bersih Kota Demak yang dihelat Forum Komunikasi BUMD, kemarin. Acara yang berlangsung di...

Protes Jadwal dan Siaran Langsung

SEMARANG – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kemarin merilis jadwal Liga 2 yang akan mulai kickoff 19 April 2017 mendatang. Namun...